December 18, 2017

Putra Mantan Presiden Yaman Akan Balas Dendam atas Kematian Ayahnya

Ahmed Ali Saleh


intelijen – Sebuah klaim berasal dari stasiun televisi (TV) asal Arab Saudi, al-Ekbariya. Klaim tersebut mengatakan bahwa putra mantan presiden Yaman Ali Abdullah Saleh, yang dibunuh oleh kelompok militan Houthi akibat dianggap berkhianat, menyerukan pembalasan dendam terhadap kelompok yang didukung oleh Iran tersebut. Namun klaim tersebut masih belum diverifikasi keasliannya.

“Saya akan memimpin pertempuran sampai anggota terakhir Houthi dihempas keluar dari Yaman, darah ayah saya akan menjadi neraka untuk Iran,” kata putra Ali Abdullah Saleh, Ahmed Ali Saleh, dilansir dari Reuters, Selasa (5/12/2017).

Sebelumnya Ahmed pernah meminta dukungan ayahnya untuk mengambil kembali Yaman dari milisi Iran Houthi.

Ahmed Ali menjadi tahanan rumah di Uni Emirat Arab (UEA), di mana dia pernah menjabat sebagai duta besar sebelum bergabung dengan Arab Saudi untuk berperang melawan Houthi, yang sampai minggu ini telah menguasai sebagian besar daerah di Yaman.

Sumber politik mengatakan bahwa Ahmed Ali ditahan dan dijaga di sebuah vila di ibu kota UEA, Abu Dhabi. UEA adalah anggota kunci dari aliansi Gulf Arab yang sebagian besar melihat Houthi sebagai musuh mereka selain Iran, namun telah berjuang keras untuk mencapai keuntungan melawan aliansi Houthi-Saleh meskipun ada ribuan serangan udara yang didukung oleh senjata dan intelijen AS dan negara Barat.

Ahmed Ali, mantan komandan militer kanan Pengawal Partai Republik Yaman, tampaknya telah dipersiapkan untuk menggantikan ayahnya, dan dia mungkin merupakan kesempatan terakhir keluarga tersebut untuk mendapatkan kembali pengaruh di Yaman.

Keberadaan kerabat kunci Saleh lainnya, yang telah memimpin enam hari pertempuran melawan Houthi di Sanaa sebelum kekalahan mereka tidak diketahui keberadaannya hingga kini.

Sekadar diketahui, mantan presiden Yaman Ali Abdullah Saleh tewas pada Senin 4 Desember dalam bentrokan sengit dengan kelompok militan Houthi di Sanaa. Saleh dilaporkan dibunuh dengan puluhan tembakan di kepala dan perut.

Sebuah video menunjukkan Saleh terbaring di atas selimut yang dikelilingi oleh milisi Houthi yang merayakan kematiannya. Video klip pendek yang ditayangkan di saluran televisi pro-Houthi juga mengonfirmasi laporan bahwa Saleh tewas akibat ditembaki di bagian kepala.

Share Button

Related Posts