July 22, 2018

Putra Mahkota Nyatakan Saudi Siap Ikut Serang Suriah

Mohammed bin Salman al-Saud


intelijen – Arab Saudi siap ambil bagian dalam aksi militer terhadap Suriah jika diminta. Kesanggupan Riyadh ini disampaikan Putra Mahkota Mohammed bin Salman yang sedang lawatan ke Prancis.

Amerika Serikat (AS) telah mengancam akan melakukan serangan militer terhadap rezim Suriah atas tuduhan melakukan serangan senjata kimia di Douma, Ghouta timur, pada Sabtu pekan lalu. Dugaan serangan itu dilaporkan menewaskan sekitar 60 orang.

“Jika aliansi kami dengan mitra kami membutuhkannya, kami akan hadir,” kata Pangeran Mohammed dalam konferensi pers dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron, pada hari Selasa yang merupakan hari terakhir kunjungannya selama tiga hari di negara Eropa tersebut.

Menteri Luar Negeri Saudi Adel al-Jubeir mengatakan kepada wartawan bahwa sejumlah negara telah melakukan konsultasi tentang bagaimana menanggapi serangan senjata kimia di Suriah. Menurutnya, banyak negara telah menuntut pelaku bertanggung jawab.

“Posisi kami adalah bahwa mereka yang bertanggung jawab harus bertanggung jawab dan dibawa ke pengadilan,” kata Jubeir, seperti dikutip Al Arabiya, Rabu (11/4/2018).

Menurut laporan Union of Medical Care Organizations, serangan kimia terjadi Sabtu malam dan menewaskan sedikitnya 60 orang dan melukai lebih dari 1.000 orang di beberapa tempat di Douma.

Namun, Rusia dan rezim Suriah membantah pasukan Presiden Bashar al-Assad melakukan serangan senjata kimia di Douma. Kedua pihak menuding serangan dibuat oleh LSM White Helmets dan kelompok Jaish al-Islam untuk memfitnah pemerintah Suriah dengan tujuan agar Damaskus diserang negara-negara Barat.

“Saya tidak akan masuk ke spekulasi tentang apa yang mungkin atau tidak mungkin terjadi, tetapi yang bisa saya katakan adalah bahwa ada diskusi berkaitan dengan opsi yang tersedia untuk menangani masalah ini,” ujar Menlu Jubeir.

Suriah Siaga Tinggi

Pemerintah Suriah telah menempatkan pasukannya dalam kondisi siaga tinggi di tengah ancaman serangan militer AS.

Kantor berita pro-pemerintah Presiden Bashar al-Assad, Al Masdar, melaporkan bahwa armada Laut Hitam Angkatan Laut Rusia juga telah ditempatkan pada siaga tinggi setelah kapal perang AS dilaporkan meninggalkan Siprus menuju perairan Suriah.

Sedangkan kantor berita Jerman, DPA, melaporkan pada hari Selasa bahwa tentara Suriah telah menempatkan semua posisi militer dalam kondisi siaga, termasuk di bandara dan semua pangkalan militer, selama 72 jam.

Share Button

Related Posts