May 24, 2018

“Putra KH Sahal Mahfudz jadi Staf Khusus, Upaya Jokowi Citrakan Dekat Dengan Kalangan Santri”

Joko Widodo (ist)


intelijenJoko Widodo dan tim pendukung akan habis-habisan berusaha memenangkan Pilpres 2019. Salah satu upaya yang ditempuh adalah mengangkat putra mantan Rais Am PBNU KH Sahal Mahfudz, Abdul Ghofar Rozin sebagai staf khusus.

Pendapat itu disampaikan pengamat politik Sahirul Alem kepada intelijen (16/05). “Mengangkat putra mantan Rais Am PBNU sebagai staf khusus dimaknai sebagai kepanikan Jokowi menghadapi Pilpres 2019. Jokowi ingin menang mutlak, sehingga perlu menaguk suara dari kalangan Islam. Jokowi ingin dicitrakan dekat kalangan santri,” beber Sahirul Alem.

Di sisi lain, kata Alem, penambahan staf khusus akan menambah anggaran negara yang dikeluarkan. “Uang negara jangan hanya digunakan untuk mempertahankan kekuasaan. Gaji staf khusus itu dari uang negara. Ini bagian pemborosan uang negara,” ungkap Alem.

Alem menilai, Jokowi ingin digambarkan dekat dengan kalangan NU dan Islam dengan mengangkat putra mantan Rais Am PBNU sebagai staf khusus. “Padahal sudah ada Kemenag yang mengurusi hubungan dengan kalangan pesantren. Jokowi ingin pencitraan yang berlebih,” papar Alem.

Tak hanya itu, kata Alem, penambahan staf khusus dengan latar belakang dukungan massa yang besar justru mengindikasikan Jokowi khawatir dengan imbas perkembangan politik di Malaysia, di mana pihak oposisi memenangi.

“Perkembangan politik di Indonesia dan Malaysia hampir sama. Lawan politik Najib bisa dituding teroris dan makar. Hal sama juga terjadi di Indonesia,” jelas Alem.

Abdul Ghofar Rozin, diangkat sebagai staf khusus Presiden Joko Widodo. Ghofar bertugas mendampingi Jokowi dalam kegiatan di pesantren-pesantren.

Red

Share Button

Related Posts