October 20, 2018

Putin Sebut Sanksi Terbaru AS Tidak Masuk Akal

Presiden Rusia Vladimir Putin (ist)


intelijen – Sanksi ekonomi Amerika Serikat (AS) terhadap Rusia tidak masuk akal. Hal itu dikatakan Presiden Rusia Vladimir Putin, menyuarakan harapan agar Washington akhirnya akan menyetujui dialog yang konstruktif.

Berbicara setelah berbicara dengan koleganya dari Finlandia Sauli Niinisto di Sochi, Putin menggambarkan pertemuan puncak Helsinki bulan lalu dengan Presiden AS Donald Trump sebagai sesuatu yang positif. Namun ia menyalahkan pemerintahan Trump karena terus menghantam Rusia dengan sanksi.

“Adapun pertemuan kami dengan Trump, saya melihatnya sebagai hal yang positif dan berguna,” kata Putin.

“Tidak ada yang menduga bahwa semua masalah yang disengketakan dapat diselesaikan selama pertemuan dua jam, tetapi percakapan langsung dan pertukaran pendapat selalu berguna,” imbuhnya seperti dikutip dari AP, Kamis (23/8/2018).

Bahkan ketika Trump telah mencari hubungan yang lebih dekat dengan Putin, pemerintahannya telah meningkatkan tekanan ekonomi pada Moskow atas tindakannya di Ukraina dan Suriah, serta dugaan Rusia berupaya ikut campur dalam pemilihan presiden AS tahun 2016 dan mengganggu demokrasi barat lainnya.

“Itu bukan hanya posisi presiden AS, tetapi dari apa yang disebut pendirian, kelas penguasa dalam arti luas dari kata yang penting,” ujar Putin.

“Pembatasan AS adalah kontraproduktif dan tidak masuk akal, terutama terhadap negara seperti Rusia,” ujarnya menambahkan bahwa Moskow mengharapkan Washington untuk menyadari ketidakbergunaan mereka dan terlibat dalam kerja sama yang konstruktif.

Pemerintah Trump telah menambahkan daftar sanksi yang semakin meningkat terhadap Rusia pada hari Selasa lalu. Dua perusahaan dan dua orang Rusia masuk dalam daftar hitam. Kesemuanya dicurigai berusaha menghindari sanksi AS sebelumnya yang diberlakukan pada Juni lalu sebagai tanggapan atas serangan dunia maya.

AS juga menjatuhkan sanksi kepada dua perusahaan pelayaran Rusia karena dicurigai melakukan bisnis dengan Korea Utara (Korut).

Share Button

Related Posts