August 17, 2018

Putin Menang, Negara Barat Meradang

Foto : Vladimir Putin


Foto : Vladimir Putin

INTELIJEN.co.id – Vladimir Putin telah terpilih kembali menjadi presiden Rusia untuk masa jabatan ketiga kalinya. Tak tanggung-tanggung, ia mendapatkan kemenenangan dengan sekitar 64 persen suara dari 58,3 persen warganegara Rusia yang memberikan suaranya.

Berbeda dengan jabatan presiden sebelumnya, sesuai konstitusi, kali ini masa jabatan Putin sebagai presiden berlangsung selama 6 tahun, periode-periode sebelumnya hanya 4 tahun. Sebelum terpilih sebagai presiden untuk ketiga kalinya, mantan agen KGB ini sempat menempati posisi sebagai perdana menteri selama 4 tahun.

Dengan demikian, selama masa jabatan Presiden Putin 6 sampai 2018, AS dan negara-negara Barat lainnya bisa dipastikan tak bisa “main-main” dengan Rusia dan dunia diprediksi akan punya keseimbangan baru. Paling tidak, di bawah Putin, akan ada penentangan terhadap kearoganan AS dan yang menentang itu adalah orang nomor satu di Rusia.

Karir Putin sebagai presiden berawal pada pergantian tahun dari 1999 ke 2000. Ketika itu, Boris Yeltsin mengumumkan pengunduran dirinya dan mengajukan Vladimir Putin sebagai penggantinya. Yeltsin merupakan presiden pertama pasca Rusia terpecah-belah oleh gerakan Glasnost dan Perestroika.

Sebelum ditunjuk Yeltsin untuk menggantikannya, Putin baru beberapa bulan duduk sebagai perdana menteri Rusia. Perang pun masih berkecamuk di Chechnya dan perekonomian masih terhuyung akibat kegagalan Rusia membayar utang setahun sebelumnya. Sungguh sebuah kondisi tidak sedap yang diwarisi Putin dari pemerintahan Yeltsin.

Bukan itu saja, saat itu Rusia juga menghadapi masa-masa sulit dengan ekonomi  yang berantakan, banyak utang luar negeri dan kondisi politik yang tidak stabil Lalu Putin dianggap berhasil mengatasi kondisi khaos dan menyelamatkan Rusia, sehingga Rusia sekarang dapat tampil kembali sebagai negara yang disegani.

Pertumbuhan ekonominya sekitar 7 sampai 8 persen pada tiap tahunnya, utang luar negeri pun mampu dilunasi.  Pendapatan penduduk Rusia juga mengalami peningkatan sebesar 12 persen, meskipun kesenjangan kaya-miskin juga meningkat. Semua itu mampu dilakukan Putin antara lain karena kenaikan harga minyak dunia, sedangkan Rusia termasuk salah satu penghasil minyak mentah utama dunia..

Gemilangnya Rusia di masa pemerintahan Putin, telah membuat negara-negara Barat kesulitan memperluas pengaruhnya, terutama di negara-negara bekas Uni Soviet. Bahkan Kremlin, justru berani melawan langkah-langkah sistematis Barat yang dianggap merugikan kepentingan Rusia.

Kini ketika Putin terpilih kembali menjadi presiden Rusia untuk masa jabatan 2012-2018, maka tak banyak yang bisa dilakukan negara-negara Barat, kecuali hanya bisa gigit jari dan berharap agar rezim Putin segera berakhir secepatnya. INTELIJEN

Share Button