December 17, 2018

Presiden KSPI Tegaskan Buruh Ogah Dukung Jokowi

Said Iqbal


intelijen – Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menegaskan, buruh tidak akan mendukung Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2019 mendatang.

Keengganan buruh mendukung Jokowi tidak berkaitan dengan adanya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing (Perpres TKA) dan TKA buruh kasar dari Cina.

“Tanpa ada Perpres pun, suara buruh tidak akan lari ke Jokowi,” kata Iqbal usai bertemu Wakil Ketua DPR Fadli Zon di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (26/4/2018).

Iqbal mengungkapkan, isu penolakan terhadap TKA buruh kasar dari Cina dan usulan pembentukan Pansus Angket TKA sudah diangkat sejak dua tahun lalu.

“Ini persoalan sudah berproses lama, karena ada ancaman serius tentang sosial ekonomi, dimana buruh terancam,” katanya.

Ia mengatakan, saat ini buruh dan tenaga kerja lokal yang berpendidikan terancam dengan kedatangan buruh dari Cina.

“TKA China sekarang begitu mudah dengan bebas visa,” imbuhnya.

Oleh karena itu, Iqbal menilai pembentukan Pansus TKA merupakan jawaban dari perdebatan mengenai data yang berbeda antar instansi pemerintah mengenai keberadaan TKA di Indonesia.

Sebab, kata Iqbal, data yang dikeluarkan pemerintah soal TKA di Indonesia yang disebut mencapai 85 ribu orang merupakan tenaga kerja yang memiliki keterampilan (skilled worker). Sementara, catatan kelompok buruh, ada setidaknya 157 ribu TKA yang tak punya keterampilan (unskilled worker).

Selain itu, pemerintah diminta untuk melakukan moratorium bebas visa agar dapat mendeportasi wisatawan yang menyalahgunakan izin kerja dengan berwisata. Penindakan di bidang hukum dinilai juga perlu ditegaskan.

“Kalau kemudian tidak mau terjadi efek politik karena pilpres dan menurunkan elektabilitas, mungkin ya perbaiki (permasalahan) TKA nya,” tukas Iqbal.(TS)

Share Button

Related Posts