December 10, 2018

Presiden Korsel: Trump Ingin Kabulkan Keinginan Kim Jong-un

Donald Trump dan Kim Jong-un


intelijen – Presiden Korea Selatan (Korsel) Moon Jae-in mengatakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berkata padanya bahwa dia memiliki pandangan yang sangat ramah dari pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un. Pemimpin Amerika itu ingin mengabulkan keinginan Kim jika dia melakukan denuklirisasi.

Korea Utara menginginkan jaminan keamanan dari AS dan bantuan agar terbebas dari sanksi internasional.

Moon, seperti disampaikan Kantor Presiden Korsel, mengatakan bahwa Trump memintanya untuk menyampaikan pesan-pesan kepada pemimpin muda Korea Utara jika dia mengunjungi Seoul tahun ini seperti yang dijanjikannya.

Presiden Moon menyampaikan hal itu kepada para wartawan hari Sabtu di atas pesawat kepresidenannya dalam perjalanan ke Selandia Baru dari Argentina, di mana dia bertemu Trump di sela-sela KTT G20.

“Presiden Trump meminta saya untuk meneruskan (pada Kim) pesan-pesan ini; dia memiliki pandangan yang sangat ramah tentang Pemimpin Kim Jong-un dan menyukainya. Dia berharap sepenuhnya akan melaksanakan perjanjian yang tersisa (dari pertemuan Juni mereka di Singapura) bersama dengan dia, sehingga dia akan membuat Pemimpin Kim Jong-un mendapatkan apa yang dia inginkan,” kata Moon, seperti dikutip Fox News, Senin (3/12/2018).

Moon, yang telah memfasilitasi serangkaian pembicaraan tingkat tinggi antara Amerika Serikat dan Korea Utara termasuk pertemuan puncak Trump-Kim, telah bertemu Kim tiga kali tahun ini. Setelah pertemuan ketiga mereka di Pyongyang pada bulan September, Moon mengatakan bahwa Kim setuju untuk melakukan kunjungan balasan ke Seoul tahun ini. Dua pertemuan sebelumnya diadakan di desa perbatasan Panmunjom.

Jika Kim benar-benar mengunjungi Seoul, maka dia akan menjadi pemimpin pertama Korea Utara yang menginjakkan kakinya di Korea Selatan sejak akhir Perang Korea 1950-1953. Di masa lalu, dua presiden Korea Selatan mengunjungi Pyongyang untuk bertemu dengan ayah Kim, Kim Jong-il.

Setelah meningkatkan ketegangan dengan uji coba senjata nuklir dan rudal tahun lalu, Kim Jong-un tiba-tiba mengulurkan tangan kepada Moon dan Trump dengan janji pelucutan senjata nuklir. Diplomasi nuklir berikutnya belum mengalami kemajuan sejak pertemuan puncak AS-Korea Utara pada bulan Juni di Singapura.

Trump sendiri ketika berada di Air Force One—ketika kembali ke Washington dari Argentina—mengatakan bahwa pertemuan berikutnya dengan Kim Jong-un kemungkinan akan terjadi pada Januari atau Februari 2019. Dia mengatakan ada tiga lokasi yang dipertimbangkan, tetapi menolak menyebutkannya.

Share Button

Related Posts