December 13, 2018

Presiden Interpol Direbut Korea Selatan

Ilustrasi (ist)


intelijen – Badan polisi internasional (Interpol) memilih Kim Jong-yang dari Korea Selatan (Korsel) sebagai pemimpin lembaga tersebut. Kim mengalahkan kandidat presiden Interpol asal Rusia yang memicu kekhawatiran Eropa dan Amerika Serikat (AS) terhadap intervensi Kremlin.

Interpol yang beranggota 194 negara bertemu di Dubai untuk kongres tahunan. Mereka memilih Kim untuk menggantikan Meng Hongwei dari China yang menghilang sejak September lalu. Meng mundur dan dikabarkan tengah menjalani penyelidikan dugaan suap.

Interpol menyatakan, Kim yang sudah menjadi pelaksana tugas pemimpin Interpol, dipilih untuk masa jabatan dua tahun. Jabatan presiden Interpol umumnya hanya seremonial dan biasanya bertugas selama empat tahun. Kemudian, Nestor R. Roncaglia dari Argentina terpilih sebagai Wakil Presiden Interpol untuk wilayah Amerika.

“Dunia kita kini menghadapi perubahan tak menentu di mana tantangan besar terhadap keamanan dan keselamatan publik,” kata Kim dalam sidang umum Interpol di Dubai, dilansir Reuters. “Untuk mengatasi hal tersebut, kita membutuhkan visi yang jelas: kita harus membangun jembatan menuju masa depan,” paparnya.

Pekerjaan harian akan ditangani Sekjen Interpol Jurgen Stock dari Jerman. Tapi, presiden Interpol masih memiliki komando untuk mempengaruhi jalannya organisasi.

Kandidat presiden Interpol asal Rusia Alexander Prokopchuk, mayor jenderal polisi dan satu dari empat wakil presiden, memicu kekhawatiran Eropa dan AS mengenai kemungkinan Rusia mengeksploitasi kekuatan Interpol. Rusia menyatakan adanya tekanan dari luar untuk mempengaruhi pemilihan presiden Interpol. Namun, mereka tidak melihat ada faktor yang mempengaruhi pemilihan itu tidak memiliki legitimasi. Prokopchuk menolak berkomentar mengenai berbagai tudingan miring tentangnya.

Kim, 57, pernah bekerja di Kepolisian Korsel selama 20 tahun sebelum pensiun pada 2015. Presiden Korsel Moon Jae-in mengucapkan selamat kepada Kim yang menjadi orang Korsel pertama yang memimpin organisasi tersebut. “Kita sangat bangga. Saya bersama rakyat kita, mengucapkan selamat,” kata Moon.

AS sebelumnya mendukung Kim untuk memimpin Interpol. Itu setelah para Senator AS menuding Rusia mengeksploitaitasi Interpol untuk menguatkan kepentingan Moskow. Kremlin menuding pernyataan sekelompok Senator AS terhadap Rusia merupakan betuk campur tangan pemilu.

Di Eropa, mantan perdana menteri (PM) Belgia dan anggota parlemen Eropa Guy Verhofstadt mengungkapkan negara bebas dan demokratis mungkin membutuhkan organisasi pararel jika Prokopchuk terpilih. “Rusia konsisten menyalahgunakan Interpol untuk menangkap politikus oposisi,” ujar Verhofstadt.

Kenapa Prokopchuk begitu kontroversial? Prokopchuk merupakan jenderal Rusia yang telah bertahun-tahun bekerja di kementerian dalam negeri. Dia pernah ditunjuk kepala biro Interpol di Moskow dan kerap menyalahgunakan dengan mengajukan para politikus oposisi dalam daftar buronan.

Dalam pandangan Louis Shelley, pakar kejahatan transnasional di Universitas George Mason mengatakan, meskipun presiden Interpol hanya bersifat seremonial, tetap memiliki pengaruh terhadap kebijakan. “Itu bukan hanya figur sebagai kepala,” ujar Shelley dilansir CNN. Jika kandidat Rusia terpilih sebagai presiden Interpol, maka lembaga keamanan itu bisa menjadi alat pemerintahan yang otoriter.

Share Button

Related Posts