December 15, 2018

Prabowo Kalahkan Jokowi di Basis NU-PKB

Prabowo Subianto dapat Dukungan dari Para Kiai di Jatim (IST)


Intelijen – Lembaga Survei Nasional menyebutkan dukungan warga Nahdlatul Ulama yang selama ini diklaim lebih banyak ke calon presiden dan wakil presiden yang diusung poros PDI Perjuangan, Joko Widodo-Jusuf Kalla, dianggap tidak terbukti. Lembaga yang dipimpin Umar S. Bakry itu mengklaim warga NU malah lebih memilih pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dari poros koalisi Gerindra.

“Ini menunjukkan bahwa doktrin para kiai sepuh NU yang mendukung Jokowi-JK tidak mampu meyakinkan warga NU,” ujar Dipa Pradipta peneliti LSN.

Asumsi itu berdasarkan hasil survei yang dipaparkan lembaga tersebut di Le Meridien Hotel Jakarta, Kamis 12 Juni 2014. “Elektabilitas Prabowo-Hatta di daerah basis NU cukup tinggi. Misalnya di Jawa Timur, 48,4 persen warganya memilih pasangan nomor urut saatu tersebut. Jumlah pemilih Prabowo-Hatta di Jawa Tengah juga cukup besar yakni 43,3 persen.

Survei LSN mengunggulkan pasangan Prabowo-Hatta dengan elektabilitas
46,3 persen. Adapun pasangan Jokowi-JK hanya 38,8 persen. Sisanya 14,9 persen belum punya pilihan.Survei digelar pada 1-8 Juni 2014 di 34 provinsi se Indonesia. Survei yang melibatkan 1070 responden itu dilakukan dengan metode wawancara dengan kuesioner. LSN mengklaim hanya memiliki tingkat kesalahan 3 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Dipa menuding lemanya dukungan Jokowi-JK di kalangan nahdliyin juga dipengaruhi oleh ketidakseriusan kinerja Partai Kebangkitan Bangsa, sebagai partai pengusung Jokowi-JK yang lahir dari NU. Itu terbukti dari jumlah warga NU yang berada di partai berlambang Bola Dunia itu malah lebih banyak memilih Prabowo-Hatta dibanding Jokowi-JK.”Hanya 37,9 persen pemilih PKB yang akan memilih Jokowi-JK pada pemilu presiden. Adapun Prabowo Hatta 41,4 persen,” katanya.

Hasil survei LSN, lanjut Dipa, di lapangan menyebutkan warga NU banyak tersedot pada keberadaan Mahfud Md, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi yang menjadi ketua tim kampanye Prabowo-Hatta. Apalagi sebagian besar mereka, kata Dipa, memang tidak setuju dengan keputusan Muhaimin Iskandar, Ketua PKB untuk berkoalisi dengan PDI Perjuangan.

“Sebagian besar yang kami wawancarai mengaku kecewa,” katanya sembari menyebutkan keberadaan Jusuf Kalla, selaku Muntasyar NU juga tidak mempengaruhi keputusan mereka untuk hengkang ke Prabowo-Hatta.

Tidak hanya berhasil menggerogoti suara NU, Dipa mengatakan partai pengusung Jokowi-JK lainnya juga berisi orang-orang yang memilih Prabowo-Hatta.Hasil surveinya menyebutkan sebanyak 33,3 persen pemilih Partai NasDem menjatuhkan pilihan ke Prabowo-Hatta. Adapun Partai Hati Nurani Rakyat sebanyak 42,9 persen.

Sumber: Tempo

Share Button