November 15, 2018

Pose Satu Jari, Gerindra: Pejabat Malah Tak Patuhi UU

Pose satu jari/Sindonews


intelijen – Pose satu jari saat penutupan IMF-World Bank yang dilakukan Menteri Koordinator (Menko) Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menuai kecaman.

“Itu sangat tidak baik dan bijak. Seharusnya pejabat apalagi pimpinan bisa memberi contoh agar pilpres ini damai, transparan, terbuka, ceria, dan demokratis. Jangan malah memberi contoh yang tidak sesuai dengan peraturan UU yang ada,” ungkap Riza kepada Kantor Berita Politik RMOL di komplek DPR, Jakarta, Kamis (18/10).

Pose itu dilakukan saat Luhut bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, bos IMF Christine Lagarde, Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim, dan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo berpose bareng di atas panggung.

Luhut tampak bergaya satu jari dan dia mengajak Christine Lagarde, yang sebelumnya berpose dua jari, berganti menjadi satu jari. Lagarde kemudian sempat mengganti pose menjadi satu jari. Saat itu Sri Mulyani sambil tertawa menjelaskan soal pose nomor urut di Pilpres 2019 itu. Sri Mulyani mengatakan ‘two for Prabowo and one for Jokowi’.

Reza menyayangkan aksi kedua pejabat itu. Mereka telah disumpah untuk patuh dan taat kepada UU. Namun justru keduanya terindikasi melanggar hukum dengan melakukan kampanye terselubung.

“Pejabat setingkat menteri diberi gaji dan fasilitas yang diambil dari pajak rakyat, tetapi ini malah tidak mematuhi UU yang ada,” demikian Reza.
Sumber: rmol

Share Button

Related Posts