December 13, 2018

Ponsel Pintar Jadi Pedang Bermata Dua untuk Teroris

Ilustrasi (ist)


intelijen – Era digital tak dibutuhkan pedang atau alat tajam untuk melukai. Sebuah ponsel pintar pun bisa dijadikan senjata mematikan di tangan teroris.

Dilansir dari AFP, tiga tahun lalu hingga hari ini, serangan Paris pada 13 November 2015 tetap menjadi salah satu contoh paling terkenal dari serangan berskala besar yang tidak mungkin direncanakan tanpa ponsel.

Kelompok-kelompok bersenjata dan pembom negara Islam yang menyerang gedung konser Bataclan dan tempat-tempat kehidupan malam lainnya menggunakan ponsel pintar secara ekstensif untuk mengkoordinasikan pembantaian.

Hal ini dikisahkan oleh seorang mantan pejabat anti-teroris Perancis yang tak ingin disebut namanya.

Sebelum ISIS memasuki Bataclan, di mana mereka membantai 90 orang, para penyerang telah mengirim pesan teks ke kaki tangan di Belgia:

“Kami akan maju. Ini dimulai.”

Ketika smartphone telah menjadikan senjata, penggunaan oleh ekstremis di dunia jauh lebih maju daripada serangan Paris.

“Pada 2003, di Irak, bom-bom buatan mulai dilepas karena pengiriman SMS ketika konvoi Amerika lewat. Hal ini tertangkap dan kemudian berulang kali digunakan oleh Al-Qaeda,” kata mantan pejabat itu kepada AFP.

Saat ini, aplikasi terenkripsi seperti Telegram, Wire, dan WhatsApp dapat membantu jihadis berkomunikasi saat menghindari pelacakan polisi, atau setidaknya mempersulit upaya untuk memecahkan kode pesan mereka.

Share Button

Related Posts