October 17, 2018

“Polri tak Mau Ungkap Kasus Novel Baswedan, Jokowi Juga tak Mau Buat TGPF”

Joko Widodo dan Tito Karnavian (kompas)


intelijen – Penyidik senior KPK Novel Baswedan kembali mendesak Presiden Joko Widodo untuk mengungkap kasus penyiraman air keras yang dialaminya.

Novel menegaskan, ia meminta langsung kepada Presiden Jokowi karena Polri dianggapnya tidak memiliki niat untuk menyelesaikan kasus penyerangan 16 bulan yang lalu itu.

“Kenapa tidak (menekan) ke Kapolri (Jenderal Tito Karnavian) atau Polri sebagai institusi? Saya tegaskan, polisi tidak mau mengungkapnya,” kata Novel di hari pertama bekerja kembali di KPK (27/07).

Pengamat politik Umar Syadat Hasibuan menyesalkan sikap kepolisian tersebut. Apalagi, kata Umar, Presiden Jokowi sendiri tidak mau mengungkap kasus itu dengan membentuk tim gabungan pencari fakta (TGPF) kasus Novel.

“Dan pak jokowi pun tak mau buat TGPF,” tulis Umar di akun Twitter @Umar_Hasibuan_ meretweet tulisan bertajuk “Novel Baswedan: Polri tak Mau Mengungkap Kasus Saya”.

Di sisi lain, Ketua Progress 98, Faizal Assegaf, justru menuding kelompok oposisi telah menggiring KPK sebagai corong politik untuk meneror Istana jelang Pilpres 2019.

Bahkan, aktivis yang berbalik mendukung Jokowi ini, menuduh kelompok oposisi telah menggoreng kasus Novel Baswedan, seolah Jokowi adalah dalang intelektualnya.

Tak hanya itu, Faizal menyatakan, modus penggorengan isu itu akan menyiram kecurigaan publik bahwa KPK masih dalam kontrol jaringan kekuasaan SBY.

“Kasus Novel Baswedan digoreng oposisi seolah @jokowi dalang intelektual. Celakanya KPK digiring jadi corong politik untuk meneror Istana jelang Pilpres. Modus tersebut jelas sangat tidak elok dan menyiram kecurigaan publik bahwa KPK masih dalam kontrol jaringan kekuasaan lama @SBYudhoyono,” tulis Faizal di akun @faizalassegaf.

Share Button

Related Posts