November 13, 2018

Polisi Belum Temukan Unsur Pidana Laporan Terhadap Prabowo

Argo Yuwono


intelijen – Polda Metro Jaya masih mendalami unsur pidana laporan terhadap calon presiden (capres) Prabowo Subianto, terkait penyebutan ‘Tampang Boyolali’ dalam pidatonya. Prabowo sendiri dilaporkan oleh salah seorang warga Boyolali yang merasa tersinggung dengan perkataan Prabowo.

“Laporan yang masuk ke sentra pelayanan kepolisian terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya yang melaporkan Pak Prabowo, akan jadi bahan evaluasi penyidik terlebih dahulu. Memang kita sudah menerima laporan itu,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono saat dikonfirmasi, Rabu (7/11).

Laporan yang baru masuk ke Polda Metro Jaya baru satu laporan, dan penyelidik hingga kini belum menemukan unsur pidana dalam laporan tersebut. “Nanti kita cek apakah ini pidana atau bukan. Kalau bukan pidana akan kita hentikan penyelidikannya,” jelas Argo.

Sebelumnya, Marak beredar rekaman video pidato yang viral karena pada salah satu bagian Prabowo menyebutkan kata-kata ” tampang Boyolali”.

Dalam pidatonya, Prabowo menyebutkan bahwa Jakarta dipenuhi gedung menjulang tinggi dan hotel-hotel mewah.

Ketua umum partai Gerindra itu menyebutkan beberapa hotel berbintang di Ibu Kota. Namun, ia yakin warga Boyolali tidak pernah menginjakkan kaki di hotel mewah itu.

“Tapi saya yakin kalian tidak pernah masuk ke hotel-hotel tersebut. Betul?” tanya Prabowo.

Berbagai kalangan pun memberikan respon, Salah satunya Bupati Boyolali Seno Samodra mengeluarkan kata-kata yang tidak sopan terhadap calon Presiden (Capres) Prabowo Subianto.

“Jadi saya simpulkan satu yang kalian maksudkan bahwa Prabowo asx (anjing),” kata Seno Samodro saat berorasi di Forum Boyali Bermartabat, Minggu (4/11).

Kader asal PPDIP Seno Samodro menggunakan bahasa jawa dan Indonesia dalam orasi di hadapan rakyat Boyolali itu. “Kita sepakat tidak akan memilih calon presiden yang nyinyir terhadap Boyolali.

Setuju?” kata Seno Ia juga mengajak rakyat Boyolali tidak memilih Prabowo Subianto di Pilpres 2019 akibat pernyataan yang merendahkan warga Boyolali.

“Tadi di spanduk disampaikan Prabowo harus minta maaf, tetapi kita sepakat, tidak ada maaf bagimu. Yang jelas kita tidak akan memilih Prabowo. Itu saja,” papar Seno Samodro.

Prabowo diduga melanggar pasal 28 ayat 2 juncto pasal 45A ayat 2 Undang-Undang No. 19 tentang ITE dan atau pasal 4 huruf b angka 2 juncto pasal 16 Undang-Undang No. 40 tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis dan atau pasal 156 KUHP.

Share Button

Related Posts