May 26, 2018

Persekusi Pascateror Bom, Nasaruddin: Kita Harus Lebih Arif dan Matang

Nasaruddin Umar (ist)


intelijen – Imam Besar Masjid Istiqlal Prof. Nasaruddin Umar mengimbau semua pihak untuk lebih arif dan matang dalam menanggapi aksi teror yang melanda sejumlah kota besar di Indonesia.

Nasaruddin mengatakan, aksi teror tidak perlu direspon dengan aksis teror lanjutan seperti persekusi terhadap seseorang yang belum tentu merupakan pelaku teror.

“Seluruh tokoh agama diminta lebih arif dan matang. Karena kalau kita larut dengan pancinga-pancingan seperti ini Kita menjadi orang yang tidak matang,” kata Nasaruddin usai bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Rabu (16/5/2018).

Nasaruddin bersama sejumlah pemimpin agama serta anggota Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) secara khusus diundang Presiden Jokowi untuk makan siang di Istana Negara. Undangan dilayangkan usai para tokoh lintas agama dan BPIP menggelar acara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di selasar Masjid Istiqlal.

Nasaruddin mengatakan, gejala persekusi yang dilakukan terhadap masyarakat paska teror bom yang mengguncang sejumlah kota besar mencerminkan adanya ketidakmatangan diri. “Kalau orang gampang terpancing makanya kita tidak matang,” kata Nasaruddin.

Nasaruddin berharap, datangnya bulan suci Ramadhan bisa membawa bangsa ini ke dalam suasana sejuk. “Saya mengimbau mudah-mudahan Ramadhan ini menjadi sejuk. Ramadhan ini hadir di waktu yang tepat, saat Pilkada saat terorisme sedang melanda. Semoga Ramadhan menjadi hujan yang menyejukkan,” kata Nasaruddin.

Share Button

Related Posts