December 18, 2017

Pergantian Cepat Panglima TNI, Pengamat: Jenderal Gatot Pesaing Jokowi?

Gatot Nurmantyo (nu)


intelijen – Pergantian Panglima TNI yang dipercepat tiga bulan dari akhir masa pensiun Jenderal Gatot Nurmantyo, sangat politis, terlebih lagi tahun 2018 adalah tahun politik.

Kesimpulan itu disampaikan pengamat politik Ahmad Baidhowi kepada intelijen (07/12). “Maret 2018 Jenderal Gatot baru pensiun, dan sekarang dipercepat dengan calon tunggal Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai Panglima TNI,” kata Ahmad Baidhowi.

Baidhowi mensinyalir adanya kemungkinan “lingkaran Istana” tidak nyaman dengan sepak terjang Jenderal Gatot Nurmantyo. “Konsultan politik maupun lingkaran Istana membaca hasil beberapa survei yang menyebutkan nama Jenderal Gatot masuk pesaing Jokowi di 2019,” ungkap Baidhowi.

Menurut Baidhowi, Istana tidak menginginkan nama Jenderal Gatot semakin bersinar di tahun politik karena bisa menenggelamkan Joko Widodo. “Istana dan Jokowi pun sudah melakukan simulasi jika Jokowi dipasangkan dengan Jenderal Gatot,” ungkap Baidhowi.

Namun demikian, kata Baidhowi, sampai sekarang Jenderal Gatot tidak punya kendaraan politik untuk maju sebagai calon Presiden. “Jokowi punya spekulasi dengan tidak punya kendaraan politik citra Jenderal Gatot semakin tenggelam,” pungkas Baidhowi.

Soal Hadi Tjahjanto, Presiden Joko Widodo menilai, Hadi merupakan sosok tepat pengganti Gatot. “Beliau memiliki kemampuan dan kepemimpinan yang teruji,” ujar Jokowi saat meresmikan jalan tol Soreang-Pasir Koja (04/12).

“Bisa membawa TNI ke arah yang lebih profesional, sesuai dengan jati dirinya, yaitu tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional, dan tentara profesional,” Kata Jokowi.

Red

Share Button

Related Posts