February 20, 2018

Penyebar Hoax Dan Fitnah Pasti Mikir 1.000 Kali Sebelum Beraksi

ilustrasi, (ist)


intelijen – Wacana agar pembuatan akun di media sosial dengan menggunakan KTP-el mendapat dukungan dari warga dunia maya. Pemilik akun med­sos dianggap akan berpikir ulang bila ingin nyebarin berita hoax, fitnah dan ujaran kebencian tanpa sumber yang jelas.

Wacana ini dilontarkan oleh Wasekjen DPP PDIP Eriko Sortarduga. Menurutnya cara pendaftaran akun dengan melam­pirkan KTP-el yang sah akan membuat pengguna media sosial dapat bertanggung jawab dalam menyebarkan informasi.

“Saya konkret saja, kenapa tidak kalau kita bikin akun harus dengan KTP yang sah,” ujarnya dalam diskusi “Melawan Hoax dengan Budaya Literasi dan Bermedia Sosial yang Sehat,” di kantor DPP PDIP, Jakarta Pusat.

Anggota DPR ini tidak mempermasalahkan bila 1 orang punya beberapa berapa akun med­sos. Yang penting, syarat-syarat seperti mengisi biodata dari tiap akun dengan melampirkan KTP-el. Contoh yang diberikannya seperti memasukkan NIK, nama, tanggal lahir, hingga status pernikahan.

“Kritik boleh saja dengan keras, asal sum­bernya jelas dari siapa,” sambungnya.

Usulan PDIP ini pun mendapat du­kungan positif dari warga dunia maya. “Ide bagus, sama seperti registrasi ulang kartu prabayar, pake KTP & KK untuk menghindari hal-hal yang membahayakan. Penyebar HOAX mungkin akan berpikir ribuan kali sebelum melakukan aksinya. cc: @kemkominfo,” ujar akun @ Dzen_M. “Setuju, menyusul no hp sesuai nik dan kk. Mengurangi dampak negatif medsos, sekaligus filter untuk anak di bawah umur yang belum pantas bermed­sos. Ayo lakukan sebelum 2019 agar tidak blunder dan dijadikan senjata pileg 2019,” dukung akun @WIRASAPUTRA.

“Bagus tuh untuk menghindari akun abal-abal penyebar hoax,” kata akun @bayu­adicahyono1. “Wah…ini wacana menarik. Cocok, supaya para pengecut yang suka asal njeplak di balik akun-akun palsu, bisa dimini­malisir,” cuit akun @RustamSulaeman2.

“Sudah seharusnya pake KTP buat semua medsos dan terhubung dg kepen­dudukan. Dengan begini tidak akan ada cloning akun dan penipuan Karena mudah buat dilacak,” kicau akun @ rustam240279.

“Setuju…yang kerjaannya menghina di medsos pasti khawatir,” ledek akun @ newagestein.

“Setuju…buat meminimalisir dari orang-orang yang nggak bertanggung jawab,” tutur akun @nadila_aning.

“Karena nggak pernah punya akun palsu.. Gue setuju nih. Biar kalau yg resek maen sosmednya dan maksa bikin akun palsu bisa kena pidana pemalsuan/ pencurian identitas juga,” tutur akun @A_Be_Pe.

“Melihat mahegemoni sosmed yang kebablasan sepertinya tuk saat ini perlu dilakukan..” kata akun @indra_zaids.

Usulan partai dengan lambang banteng tersebut juga didukung oleh pihak kepoli­sian. Menurut Direktur Tindak Pidana Bareskrim Polri Brigjen Fadil Imran, me­nyatakan bahwa pendaftaran akun media sosial dengan melampirkan KTP-el dapat mereduksi tindak kejahatan di dunia maya.

“Hal-hal yang terang benderang akan mengurangi orang untuk berbuat keja­hatan. Apa pun bentuknya, kalau semua jelas, itu akan menutup ruang untuk melakukan kejahatan,” tuturnya.

Share Button

Related Posts