December 18, 2017

Pengamat: Tuding Maling pada Ibu Warga DKI, Ahok Layak Dilengserkan dan Dibui

Basuki Tjahaja Purnama (ist)


intelijen – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) layak dipolisikan karena menuding seorang ibu warga DKI yang protes Kartu Jakarta Pintar (KJP) dengan sebutan maling. Ahok bisa dikenai pasal pencemaran nama baik karena telah menuding warga DKI tanpa bukti.

Pendapat itu disampaikan pengamat politik Ahmad Lubis dalam pernyataan kepada intelijen (16/12). “Ahok yang menyebut seorang ibu dengan sebutan maling sebuah pencemaran nama baik. Ahok layak dipenjara dan segera dilengserkan,” ungkap Lubis.

Kata Lubis, selama ini kepemimpinan Ahok di Jakarta tidak membuat perubahan yang lebih baik. “Ahok hanya bisa menyalahkan pihak lain dan merasa dirinya benar. Dan ini pun didukung oleh media penjilat dengan sebuah framing Ahok itu bersih,” jelas Lubis.

Lubis menegaskan, penyebutan maling kepada seorang ibu oleh Ahok, menjadi bukti mantan Bupati Belitung Timur tidak punya etika. “Sudah terindaksi kasus korupsi RS Sumber Waras, tidak punya etika dan sopan santun pula,” papar Lubis.

Sebelumnya, Yusri Isnaeni tak bisa menahan kekesalannya setelah dimarahi oleh Gubernur DKI Jakarta Ahok, Jumat (11/12) lalu. Ahok menuding Yusri sebagai seorang maling karena diduga telah menyelewengkan dana Kartu Jakarta Pintar (KJP).

Padahal, menurut Yusri, dirinya hanya berniat mengadu serta mempertanyakan mekanisme penggunaan KJP. Akibat tudingan dan bentakan Basuki itu, Yusri mengaku menerima banyak cercaan pada dirinya. Yusri menyatakan akan menggugat Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, Rp 100 miliar.

Red

Share Button

Related Posts