December 12, 2018

Pengamat Sosial: #2019TetapPancasila Bisa Memecah Belah Rakyat

Peresmian #2019TetapPancasila (liputan6)


intelijen – “Tim Alpha” relawan Joko Widodo-Ma’ruf Amin telah meluncurkan gerakan #2019TetapPancasila. Ketua Nasional Relawan Tim Alpha Jokowi-Ma’ruf Amin, Rieke Diah Pitaloka menegaskan kembali, bahwa ideologi NKRI Pancasila.

“Memang masih ada hal-hal yang belum terselesaikan, tetapi kami meyakini dengan Jokowi-Ma’ruf, Pancasila dapat kita jaga. Karena kebinekaan Indonesia adalah anugerah,” kata politikus PDIP ini saat
peluncuran di Cikini, Jakarta Pusat (13/09).

Tidak sedikit yang menyoal gerakan #2019TetapPancasila ini. Pengamat sosial Ferry Koto menilai, tagline atau tanda pagar (tagar) #2019TetapPancasila berpotensi memecah belah rakyat.

“Menurut saya, tagar #2019TetapPancasila adalah narasi yang tidak sehat, dan berpotensi memecah belah rakyat untuk saling tuding anti Pancasila, dalam dukung mendukung. Ini narasi yang tidak baik untuk keinginan Pilpres yg kondusif, yg seharusnya menjadi pesta yg menggembirakan,” tegas Ferry di akun Twitter @ferrykoto.

Praktisi hukum senior Ach. Supyadi, mengingatkan, bahwa ber-Pancasila bukan hanya berupa pengakuan. Jika memang benar Pancasilais harus amalkan dalam sikap dari sila-1 hingga sila ke-5.

“Berpancasila itu bukan hanya berupa pengakuan, ngakunya Pancasila tapi tindakannya seperti preman, suka persekusi orang dan bubarin pengajian, ya percuma; Kalau memang benar Pancasila ya harus Amalkan secara sikap dari sila ke-1 sampai dengan sila ke-5,” beber Supyadi di akun @adv_supyadi.

Secara khusus Supyadi menyoal kiprah politisi PDIP yang juga penulis buku “Aku Bangga jadi Anak PKI” Ribka Tjiptaning Proletariati. @adv_supyadi menyoroti rekaman video Ribka Tjiptaning yang berbicara soal keturunan PKI.

“Bahaya nih orang, harusnya yang seperti ini yang menjadi perhatian Ansor/Banser karena sudah mengotak ngatik PKI yang sudah jelas-jelas dilarang di negeri ini dan bertentangan dengan Pancasila,” tegas @adv_supyadi.

Share Button

Related Posts