November 14, 2018

Pengamat Sarankan Jokowi Tiru SBY yang Bisa Hindari Gesekan di Masyarakat Jelang Periode Kedua

Joko Widodo dan Susilo Bambang Yudhoyono (ist)


intelijen – Berbagai upaya dilakukan Joko Widodo untuk memenuhi ambisi menang mutlak di Pilpres 2019. Salah satunya, Jokowi mengundang kalangan pelajar ke Istana demi meraup suara dari kalangan remaja milineal.

Pendapat itu disampaikan pengamat politik Muhammad Huda kepada intelijen (04/05). “Pesan yang ditangkap, Jokowi ingin menang mutlak dengan mengundang kalangan pelajar di Istana. Diharapkan kalangan remaja milineal memilih Jokowi,” kata Huda.

Menurut Huda, Jokowi tidak ingin, Pilpres 2019 hanya menang dengan terpaut angka sedikit dengan lawannya. “Belajar dari Pilpres 2014, Jokowi sebagai petahana yang memiliki jaringan dan hasil kerja, ingin menang mutlak,” papar Huda.

Huda menilai, Jokowi berharap bisa memenangkan suara Pilpres 2019 seperti saat putaran kedua Pilkada Solo. “Saat Pilkada periode kedua di Solo, Jokowi meraih suara hampir 90 persen,” jelas Huda.

Hanya saja, Huda mengingatkan, ambisi menang mutlak Jokowi juga diupayakan melalui media partisan maupun buzzer sosial media. Peran buzzer inilah yang justru memunculkan gesekan di masyarakat.

“Jokowi sebagai petahana tidak perlu berlebihan. Kalau punya kinerja bagus, rakyat akan memilih kembali. Harusnya Jokowi meniru SBY menjelang periode kedua tidak ada gesekan di masyarakat,” pungkas Huda.

Kamis (03/05) Presiden Jokowi menerima kedatangan perwakilan siswa dan siswi OSIS SMA berprestasi se-Indonesia di Istana Bogor.

Dalam dialog dengan para pelajar, Jokowi menjelaskan apa arti seorang pemimpin. “Anak-anakku semuanya tahu, kepemimpinan itu apa sih? Kemampuan mempengaruhi seseorang, ada yang lain? Orang yang mempersatukan. Yang mampu kontrol diri sendiri,” ujar Jokowi seperti dikutip detik.com (03/05).

Red

Share Button

Related Posts