May 26, 2018

Pengamat: Saat Nyapres 2014, Prestasi Jokowi Sangat Jauh di Bawah Aher!

Joko Widodo dan Ahmad Heryawan (kompasiana)


intelijen – Jabatan gubernur selayaknya diisi oleh bupati atau walikota yang terbukti berkualitas dan berprestasi. Demikian juga untuk kursi presiden, seyogyanya ditempati gubernur yang berprestasi dan sukses memimpin daerahnya.

Pendapat itu disampaikan pengamat politik Prijanto Rabbani menyikapi ketatnya persaingan antar calon presiden yang akan berlaga di Pilpres 2019.

Menurut Direktur Centre for Strategic and Policy Studies (CSPS) ini, mengangkat kepala daerah yang berkualitas dan berprestasi ke level yang lebih tinggi (nasional), perlu dijadikan tradisi di Indonesia.

Lalu, siapa kepala daerah yang pantas duduk di kursi RI 1 pada Pilpres 2019? Prijanto menyebut mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) pantas menjadi capres atau cawapres 2019.

Prijanto membandingkan kans Aher dengan Joko Widodo. “Bila dibanding Jokowi saat dicalonkan jadi Capres pada Pilpres 2014, prestasi Aher jauh bahkan sangat jauh dengan Jokowi. Mengangkat kepala daerah yang berkualitas dan berprestasi ke level yang lebih tinggi (nasional) perlu dijadikan tradisi di negeri ini #iDeasRabbani,” tulis Prijanto di akun Twitter @PrijantoRabbani.

Berdasarkan perbandingan itu, Prijanto menegaskan Aher layak menjadi capres ataupun cawapres pada Pilpres 2019. “Aher, bila mau fair menilai maka termasuk salah satu gubernur yang berhasil dengan segudang prestasi. Sangat tepat untuk di angkat ke level nasional, sebagai Capres ataupun Cawapres,” tulis @PrijantoRabbani.

Pada rilis survei terbaru Cyrus Network, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mendapat dukungan terbanyak untuk menjadi cawapres pendamping Joko Widodo di Pilpres 2019.

Hasil survei Cyrus mencatat AHY mendapat 15 persen dukungan. AHY mengungguli Gatot Nurmantyo (10 persen), Prabowo Subianto (9,1 persen), Anies Baswedan (9,1 persen) dan Hary Tanoesoedibjo (8,8 persen) untuk menjadi cawapres pendamping Jokowi. Sementara Ahmad Heryawan hanya didukung 2,0 persen.

Sedangkan cawapres pendamping Prabowo Subianto, Anies Baswedan paling banyak didukung responden, yakni 15,3 persen. Disusul AHY (14,8), Gatot Nurmantyo (12,8), dan Hary Tanoe (7,5). Ahmad Heryawan didukung 2,4 persen responden.

Secara khusus Prijanto mengomentari hasil survei Cyrus Network. “Pilkada Jakarta, sebagian besar lembaga survei menyatakan Ahok tak terkalahkan. Bahkan ada yang bikin hasil yang spektakuler. Faktanya, Ahok tumbang!!! Lembaga survei telah berubah jadi timses, namun tak berhasil,” tegas @PrijantoRabbani.

@PrijantoRabbani juga menanggapi tulisan bertajuk “Survei Resmi: Melawan Siapapun, Jokowi Tetap Jadi Pemenang Pilpres 2019. “Kemarin, Ahok pun diopinikan demikian. Faktanya? KEOK!!!! #2019GantiPresiden,” tulis @PrijantoRabbani.

Share Button

Related Posts