February 24, 2019

Pengamat: Rocky Gerung Dibungkam dengan Kasar, Elektabilitas Jokowi Jatuh ke Jurang

Rocky Gerung (detik)


intelijen – Pengamat politik Rocky Gerung dijadwalkan akan diperiksa penyidik Unit IV Subdit IV Cyber Crime Direktorat Reskrimsus pada Kamis 31 Januari 2019 pukul 10.00 WIB di Mapolda Metro Jaya.

Rocky akan diperiksa diperiksa sebagai terlapor atas pernyataannya dalam program diskusi Indonesia Lawyers Club (ILC) TV Onew pada 10 April 2018. Saat itu Rocky menyebutkan bahwa “kitab suci adalah fiksi”.

Pelapor Rocky Gerung tidak lain adalah Sekjen Cyber Indonesia Jack Boyd Lapian. Rocky akan dibidik dengan pasal 156 A KUHP, tentang tindak pidana penistaan agama.

Pemeriksaan Rocky Gerung mengundang perlawanan dari banyak pihak. Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon menegaskan, pemeriksaan Rocky Gerung merupakan bentuk diskriminasi dan kriminalisasi demokrasi.

“Jelas pemeriksaan @rockygerung ini bentuk diskriminasi dan kriminalisasi demokrasi. Kelihatannya elektabilitas petahana sudah benar-benar mangkrak maka dicari jalan liar mengebiri demokrasi dan menakut-nakuti orang-orang kritis berakal sehat. #lawanrezimotoriter,” tegas Fadli Zon di akun Twitter @fadlizon.

Senada dengan Fadli Zon, pengamat ekonomi politik Ardi Wirdamulia mengingatkan, jika Rocky dibungkam dengan kasar, justru akan membuat elektabilitas capres petahana jatuh ke jurang.

“RG ini adalah dilemma bagi kubu petahana. Didiamkan, ia adalah magnet yang sangat kuat untuk kubu oposisi. Dibungkam dengan kasar, bisa jadi gerakan perlawanan yang justru membuat elektabilitas petahana jatuh ke jurang,” tulis Ardi di akun @awemany.

Menurut Ardi, taktik pemerintah fasis biasanya dengan cara menjatuhkan kredibilitas tokoh kunci, Ardi mencontohkan kasus Imam Besar FPI Habib Rizieq Sihab.

“Taktik pemerintah fasis biasanya dengan cara menjatuhkan kredibilitas tokoh kunci. Seperti Rizieq Shihab misalnya, dijatuhkan dengan kasus chat mesum. Harapannya orang jadi tidak lagi percaya. Sayangnya yang percaya chat mesum itu ya cuma pendukung Ahok. Ngga guna,” tegas @awemany.

Lebih jauh Ardi menduga, kubu petahana akan terus mencari cara untuk membungkam tokoh-tokoh oposisi dengan “membongkar file-file lama”. “Saya percaya kubu petahana terus putar otak untuk membungkamnya melalui upaya seperti ini. File” lama akan dibongkar. Sesuatu akan direkayasa. Tapi apa iya orang akan percaya? Sudahlah. Garis sejarah sedang ditorehkan. 2019 ini kita ganti presiden,” catat @awemany.

Share Button

Related Posts