October 21, 2018

Pengamat: Kondisi Semakin Semrawut, Rakyat Inginkan Reformasi Jilid 2

Reformasi (ilustrasi-ist)


intelijen – Saat ini muncul persepsi di masyarakat bahwa kondisi negara semakin semrawut. Dalam hal ini “Reformasi jilid 2” diperlukan untuk menata ulang segenap aspek kehidupan saat ini.

Pendapat itu disampaikan Direktur Eksekutif Atlantika Institut Nusantara Jacob Ereste (23/05). “Rakyat pada umumnya ingin dilakukan penataan ulang dalam segenap aspek kehidupan untuk tidak mengatakan reformasi sekali lagi, seperti yang pernah dilakukan di Indonesia 20 tahun lalu,” kata Jacob Ereste.

Menurut Jacob, di bagian lain ada juga pihak yang lebih tidak puas, hingga tanpa tedeng aling-aling menyerukan harus revolusi.

“Alasannya cukup masuk akal sebenarnya, lantaran usaha untuk menata bangsa dan upaya dalam menata negara sudah acak kadut nggak karu-karuan kacaunya,” beber Jacob.

Jacob menilai, sebagai negara yang berdasarkan hukum saja Indonesia sudah jungkir balik. Seperti banyak sekali peraturan dan perundang-undangan yang saling bersilangan serta tumpang tindih antara yang satu dengan yang lain. Begitu juga dengan peraturan pada tingkat Pemerintah Daerah.

“Realitas ini jelas tidak cuma membuat kepastian hukum menjadi runyam, tetapi juga kepastian dalam tata kehidupan yang lain — yang lebih luas sifatnya– telah membuat tidak adanya jaminan kepastian yang sangat diperlukan bagi setiap warga bangsa negara yang merdeka,” ungkap Jacob.

Kata Jacob, atas dasar semua itu banyak kalangan yang mengharap adanya reformasi jilid dua. Meski tetap saja ada yang juga tidak menginginkan. Pertimbangannya pun beragam, termasuk mereka yang takut lantaran sedang nikmat-nikmatnya berada pada posisinya sekarang.

“Demikian juga dengan mereka yang takut karena trauma dengan pengalaman yang langsung dialaminya sendiri,” pungkas Jacob.

Red

Share Button

Related Posts