December 10, 2018

Pengamat: Jumlah Peserta Reuni 212 Bangun Harapan, Prabowo Salip Jokowi di Bulan April

Prabowo Subianto dan Joko Widodo (kompas)


intelijen – Jumlah peserta ‘Reuni 212’ masih menjadi perdebatan. Mengapa jumlah peserta Reuni 212 menjadi penting? Pengamat sosial Ardi Wirdamulia mengaitkan jumlah peserta Reuni 212 dengan elektabilitas capres Prabowo Subianto dan Joko Widodo.

Bahkan Ardi berani memprediksikan elektabilitas Prabowo kemungkinan akan menyalip Jokowi di April 2019. “Banyaknya jumlah peserta Reuni 212 memang membangun harapan. Apalagi informasi yang saya terima, jarak elektabilitas Jokowi – Prabowo sudah mendekat batas psikologis 10%. Dengan trend yang makin mengecil. Prabowo menyalib di bulan April itu bukan lagi mimpi kosong,” tulis Ardi di akun Twitter @awemany.

Ardi berpendapat, kubu Prabowo bisa menjaga momentum dengan narasi isu ketidakadilan. “Yang perlu dilakukan oleh kubu Prabowo adalah menjaga momentum. Narasi yang dimainkan adalah soal ketidakadilan. Kalau dari respon di TL saya, kubu Jokowi keliru kalau menjawab itu dengan bully. Tapi apa sih yang ngga keliru di kubu ini?” tegas @awemany.

Di sisi lain, kubu Jokowi terus mempermasalahkan jumlah peserta Reuni 212. Akun @kurawa milik Rudi Valinka, yang dikenal sebagai buzzer militan Jokowi, menyebut Prabowo seperti anak kecil soal isu peserta Reuni 212.

“Menurut gue pak @prabowo emang kaya anak kecil, dia minta dikasihani aksi 212 harus 11 juta orang.. padahal jumlah pemilih dia di 2014 ada 62 juta orang .. timses nya emang agak dodol..mereka pikir 2 Desember itu hari pencoblosan,” tulis @kurawa.

Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Faldo Maldini, menanggapi santai pernyataan-pernyataan keras kubu Jokowi. “Yang bilang peserta 212 itu 40 ribu orang silakan, yang yakin 500 ribu, 2 juta, 5 juta, sampai 11 juta orang, ya ok-ok aja. Ga ada angka resmi, semua keyakinan masing-masing. Yang jauh lebih penting, 212 ini harus jadi kekuatan yang kawal pemerintah, siapapun yang menang, nanti isunya bisa soal lapangan kerja, jamsos, pendidikan, dll,” tulis Faldo di akun @FaldoMaldini.

Sebelumnya capres nomor urut dua Prabowo Subianto Menurut Prabowo Subianto, menegaskan saat ini rakyat dicuci otaknya oleh pemberitaan media massa.

“Rakyat mau dicuci otaknya dengan pers yang terus terang saja banyak bohongnya daripada benarnya. Saudara-saudara, aku tiap hari ada kira-kira 5 sampai 8 koran yang datang ke tempat saya. Saya mau melihat bohong apalagi nih. Saya hanya mau lihat itu, bohong apalagi yang mereka cetak,” tegas Prabowo Subianto seperti dikutip wartakota (05/12).

Puncaknya, kata Prabowo, adalah pada acara reuni 212. Pers, menurut Prabowo Subianto menelanjangi diri sendiri di hadapan rakyat Indonesia. Sebab, banyak media yang tidak memberitakan acara tersebut, padahal, menurutnya, dihadiri oleh jutaan rakyat Indonesia.

Share Button

Related Posts