October 20, 2018

Pengamat: Jika Presiden RI Nyatakan Negara Kekurangan US$, Artinya Krisis Ekonomi Sudah Terjadi

Joko Widodo (merdeka)


intelijen – Saat memimpin Rapat Terbatas dengan topik “Strategi Kebijakan Memperkuat Cadangan Devisa” di Istana Bogor (31/07), Presiden Joko Widodo meminta jajarannya serius menghadapi situasi pelemahan nilai tukar rupiah. Kondisi negara saat ini membutuhkan cadangan dolar.

Pengamat ekonomi Ronnie Higuchi Rusli menegaskan, bahwa jika Presiden RI sudah menyatakan negara kekurangan dolar AS, artinya krisis ekonomi sudah terjadi.

“Kalau Presiden RI sudah ngomong negara kekurangan US$ artinya krisis ekonomi sudah terjadi. Inga-inga fish & chips, McDonald, steak, susu bayi, obat-obatan, utang bond jatuh tempo, kedelai buat tempe, beras, trigu, dsb..dsb semua dari import dan butuh $$$, jadi sudah krisis!!,” tegas Ronnie di akun Twitter @Ronnie_Rusli.

Ketua Tim Dwelling Time Kemenko Maritim dan Sumber Daya era Rizal Ramli ini mengingatkan, mulai Agustus 2018 hingga terpilih Presiden RI hasil Pilpres 2019, US$ tidak akan ada yang “mampir”.

“Agustus ini tahun Pilpres sampai terpilih Presiden 2019 jadi tidak akan ada $$ yang mampir. $$ yang ada saja sudah evakuasi ke perbankan asing karena takut dipinjam pemerintah yang lagi butuh $$ dan di SUN,” beber @Ronnie_Rusli.

Ronnie juga memberikan catatan soal faktor-faktor yang membuat ambruk negara. “Yang bikin ambruk negara catat tuch proyek-proyek infrastruktur yang 50 th baru kembali, belum lagi BUMN BUMN yang utang-utang US$ sudah tidak terkendali lagi di bawah komando Meneg RUPS. Ingat Bond walaupun tenor 15 tahun pemegang bond bisa call minta dibayar cepat dengan US$. Penerbit Bond harus bayar dengan US$,” tulis @Ronnie_Rusli.

“Saya tekankan lagi bahwa situasi negara saat ini butuh dolar. Oleh sebab itu, saya minta seluruh kementerian/lembaga betul-betul serius, tidak main-main menghadapi ini. Semua harus serius menghadapi ini,” tegas Jokowi pada saat memimpin Ratas soal cadangan devisa (cadev).

Share Button

Related Posts