March 28, 2017

Pengamat Intelijen: Pembuktian Data “Jokowi Undercover” akan Kuak Pidana Pilpres 2014

Joko Widodo dan Jusuf Kalla (tempo)


intelijen – Pembuktian data dokumen yang menjadi sumber referensi buku “Jokowi Undercover” justru akan menguak dugaan pelanggaran pidana fatal yang dilakukan Joko Widodo dan tim sukses, mulai sejak ikut Pilkada Walikota Solo, Pilgub DKI hingga Pilpres 2014.

Pendapat itu disampaikan pengamat intelijen Umar Abduh, kepada intelijen (09/01). “Pembuktian data dokumen di pengadilan berupa referensi sumber data buku Jokowi Undercover, akan menguak dugaan pelanggaran pidana fatal yang bisa saja dilakukan Jokowi beserta tim suksesnya sejak ikut pilkada Walkot Solo, Pilgub DKI hingga Pilpres 2014 akan menyeret banyak nama,” tegas Umar Abduh.

Kata Umar Abduh, bukan tidak mungkin pihak-pihak yang terlibat dalam pidana fatal tersebut akan ‘hancur’ di balik terali besi penjara.

Terkait persidangan kasus penulis Jokowi Undercover, Bambang Tri Mulyono itu, Umar mengingatkan agar pengadilan tidak “lumpuh” dalam mengungkap identitas Jokowi setelah penulisnya menjadi terdakwa di kursi persidangan.

Tak hanya itu, Umar juga menantang Polri, Kejaksaan dan pengadilan tidak menutupi pengungkapan fakta itu.

“Apakah karena diback up RRC, dugaan kebohongan dan kepalsuan identitas Jokowi akan dipertahankan sampai status presiden ‘petugas partai’ selama 1 periode 5 tahun?” tanya Umar.

Red

Share Button

Related Posts