July 23, 2018

Pengamat: ‘Cerita’ Novel Bisa jadi Batu Pengganjal Jokowi ‘Dua Periode’

Joko Widodo (ist)


intelijen – Pengamat politik Hendri Satrio mengingatkan, penyelesaian kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK, Novel Baswedan akan menjadi ganjalan bagi Joko Widodo untuk bisa menjabat menjadi Presiden RI dua periode.

“Cerita fiksi memang sulit mencegah @jokowi dua periode tapi cerita Novel mungkin bisa bahkan bila tidak selesai bisa jadi batu pengganjal di periode awal, ingat, belum 50%+1 loh,” beber Hendri di akun Twitter @satriohendri.

Kecewa dengan penyelesaian kasus Novel Baswedan, Hendri menyebut nama mantan Ketua KPK Abraham Samad. “Mungkin cerita Novel memang harus diselesaikan pejuang anti korupsi macam Abraham Samad?” tulis @satriohendri.

Di satu sisi, Presiden Jokowi belum juga membentuk TGPF penganiayaan Novel Baswedan. Jokowi masih menunggu langkah Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

“Saya masih menunggu semuanya dari Kapolri. Kalau Kapolri sudah begini (Jokowi mengangkat tangannya), baru (dibentuk),” kata Jokowi di Pesanggarahan Tenjoresmi, Sukabumi (08/04).

Menurut Jokowi, kepolisian masih bekerja keras dan bersemangat untuk mengungkap kasus Novel Baswedan. “Kapolri masih sangat anu sekali (Jokowi mengepalkan kedua tangannya),” ucapnya.

Gaya Jokowi menjawab pertanyaan soal Novel itu disindir mantan Kasum TNI Letjen (purn) Suryo Prabowo.

“Bahasa gaul Dilan yang lagi ngetren dan sangat fiksioner ternyata efektif untuk menjelaskan perkembangan penangan kasus Novel Baswedan,” sindir Prabowo di akun @marierteman.

Diberitakan sebelumnya, Direktur Eksekutif Amnesty Internasional Indonesia, Usman Hamid mendesak Presiden Jokowi untuk memberikan jangka waktu terhadap tim investigasi kepolisian menyelesaikan kasus Novel Baswedan.

Usman menilai, saat ini Jokowi bersikap menunggu Polri menyerah sebelum mempertimbangkan pembentukan tim gabungan pencari fakta (TGPF).

Share Button

Related Posts