December 13, 2018

Pengamat: Buzzer Penguasa Narasikan Oposisi Bagian dari Kelompok Radikal dan Pendukung Teroris

Joko Widodo dan Aktivis Sosial Media (ist)


intelijen – Hanya karena mengkritisi penanganan teror bom dan RUU Terorisme, pihak oposisi dinarasikan oleh pendukung penguasa sebagai pendukung kelompok radikal dan pendukung teroris.

Pendapat itu disampaikan pengamat politik Sahirul Alem kepada intelijen (21/05). “Saat ini ada penyeragaman buzzer penguasa dalam setiap isu yang menjadi perhatian publik. Di mana, kalau berbeda dan bersikap kritis dianggap bagian dari kelompok radikal pendukung teroris,” kata Alem.

Menurut Alem, pendukung penguasa selalu mempunyai tafsir tunggal ketika ada peristiwa krusial. “Kalau oposisi memunculkan sikap berbeda dengan penguasa, maka akan diancam dikenai pasal UU ITE,” jelas Alem.

Alem mengingatkan, sebelumnya sempat berkembang narasi bahwa yang berseberangan dengan pemerintah itu anti Pancasila dan NKRI. “Nampaknya narasi penguasa bahwa oposisi itu melawan negara. Padahal oposisi hanya mengkritisi penguasa. Kelompok oposisi itu cinta NKRI,” pungkas Alem.

Sebelumnya, dalam tulisan bertajuk “UU ITE Disalahgunakan Untuk Bungkam Kritik Terhadap Penguasa Dan Taipan”, peneliti Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Salamuddin Daeng memaparkan sebuah dokumen resmi Pemerintah AS yang berjudul “Doing Business in Indonesia: 2014”.

Dokumen ini merupakan panduan bissis dari perusahaan perusahaan AS (Country Commercial Guide for U.S. Companies, yang dipublikasikan oleh U.S. & Foreign Commercial Service and U.S. Departement of States, 2014, dipaparkan bahwa UU ITE Indonesia telah disalahgunakan untuk membatasi kemerdekaan berbicara, membungkam pemikiran kritis.

“Hal yang sama juga menjadi pandangan sebagian besar rakyat Indonesia. Tidak pernah terpikirkan oleh bangsa Indonesia sebelumnya bahwa UU ITE akan menjadi alat untuk membelenggu kemerdekaan berpendapat, menjadi alat kriminalsiasi aktivis, menekan oposisi yang kritis dan melindungi penguasa dan pemodal dari berbagai kritikan,” tulis Salamuddin Daeng.

Red

Share Button

Related Posts