November 18, 2017

Pengamat: Ahmad Dhani cs Dilarang Konser di KPK, Bakal Muncul Perlawanan yang Lebih Dahsyat

Aksi Massa Dukung KPK Usut Dugaan Korupsi Ahok (teropongsenayan)


intelijen – Pelarangan konser musik “Tangkap Ahok” merupakan bentuk ketakutan Pemerintahan Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terhadap bersatunya gerakan rakyat dan seniman.

Pendapat itu disampaikan pengamat politik Ahmad Baidhowi kepada intelijen (02/06). “Pernyataan Dhani bahwa Presiden Jokowi memerintahkan kepolisian melarang konser tersebut menandakan Istana berupaya melindungi Ahok. Konser itu ingin menggugah KPK yang terlihat melindungi Ahok,” tegas Baidhowi.

Menurut Baidhowi, dalam kasus pelarangan konser musisi Ahmad Dhani cs, telah terjadi diskrimasi penguasa terhadap kebebasan berekspresi seniman. Pasalnya, Slank dibolehkan konser musik di lembaga antirasuah sedangan Dhani cs dilarang. “Harusnya KPK mendukung Dhani Cs. Ini untuk mendukung menuntaskan kasus-kasus yang sedang digarap KPK,” ungkap Baidhowi.

Baidhowi mengingatkan, pelarangan konser dengan alasan Dhani cs akan mengkritisi Ahok dan KPK, justru akan memunculkan perlawanan yang lebih dahsyat dari rakyat.

“Justru seniman-seniman murni yang tidak terkontaminasi kekuasaan akan menggerakkan rakyat. Dulu era Soeharto, perlawanan terhadap penguasa ada juga dari kalangan seniman, dan itu terjadi saat ini. Dalam sejarah itu akan terus terulang,” papar Baidhowi.

Sebelumnya, aktivis Ratna Sarumpaet memprotes upaya polisi mengamankan kendaraan sound system milik Ahmad Dhani yang sedianya digunakan untuk aksi di depan gedung KPK. Ratna menilai hal itu sebagai bentuk diskriminasi.

“Ini pribadi saya, kenapa pentas musik lain boleh. Ijin ini bukan pentas musik tapi panggung rakyat ada teater dari TIM, orasi dan panggung musik,” ujar Ratna kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (02/06).

Share Button

Related Posts