October 18, 2018

Pengamat: Ada “Operasi Intelijen Hitam” di Balik Rusuh Rutan Mako Brimob?

Penangkapan Teroris (ist)


intelijen – Kepolisian akhirnya membantah ISIS (Islamic State of Iraq and al-Sham) menjadi dalang kerusuhan di Rutan Mako Brimob Depok. Dinyatakan, kerusuhan diduga dipicu persoalan pengiriman makanan.

“Jadi, makanan yang harus sesuai SOP harus diverifikasi oleh kami apakah ada barang lain (di dalamnya). Itu (penyebab) terjadi keributan. Cek cok, itu saja,” kata ‎ Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Muhammad Iqbal (09/05).

Terkait klaim ISIS, dalam pernyataan berbahasa Arab yang ditayangkan SITE di laman ent.siteintelgroup.com, seperti dilaporkan kantor berita ISIS, ‘Amaq News Agency (08/05), dikatakan telah terjadi baku tembak yang cukup sengit antara anggota ISIS dengan personel Densus 88 di dalam tahanan Mako Brimob, Depok.

Di antara kesimpangsiuran informasi, pengamat politik Muslim Arbi menduga kerusuhan di Mako Brimob bagian dari “operasi intelijen hitam” untuk mengingatkan masyarakat akan keberadaan kelompok teroris di Indonesia. Kejadian ini mempunyai kepentingan besar.

“Rutan Mako Brimob itu penjagaannya sangat maksimal, dan tiba-tiba rusuh, patut dicurigai ada operasi intelijen di belakangnya,” kata Muslim Arbi kepada intelijen (09/05).

Menurut Muslim, sebelum terjadi kerusuhan itu, ada penangkapan bebeberapa terduga teroris. “Saya melihat kejadian ini ada rangkaian tersembunyi dan punya kepentingan besar,” ungkap Muslim.

Muslim mengingatkan, secara ideologis keyakinan tahanan teroris di Mako Brimob belum hilang, karena sebuah keyakinan. “Tentunya tahanan ini secara tidak sadar bisa dimanfaatkan. Dan pihak tahanan melihat peluang untuk melawan. Padahal ada kepentingan lebih besar dari itu,” jelas Muslim.

“Ini bukan sebuah konspirasi tapi kejadian Rutan Mako Brimob ada rangkaian-rangkaian kejadian sebelumnya. Bisa merasakan tapi sulit membuktikan,” pungkas Muslim.

Red

Share Button

Related Posts