December 11, 2018

Pengalaman Sudrajat Diprediksi Bakal Pengaruhi Pertumbuhan Positif Investasi di Jabar

Sudrajat


intelijen – Pertumbuhan ekonomi dan persoalan persaingan tenaga kerja asing (TKA) akan menjadi tugas berat pemimpin di Jabar mendatang. Dibutuhkan pemimpin kompeten agar bisa membawa Jabar mampu bersaing di tingkat global dan terus menambah nilai investasi guna kesejahteraan masyarakat.

Pengamat Ekonomi Universitas Pasundan (Unpas) Acuviarta Kartabi mengatakan, pengalaman calon gubernur yang sudah terjun di tingkat global diprediksi mampu membawa perubahan positif di Jabar. Sebab, kata dia, tanpa pengalaman yang diperoleh dengan berkomunikasi di dunia internasional tentu akan sulit membawa kepercayaan dunia atau investor untuk menanamkan modalnya di Indoensia.

Meskipun, kata Acu, calon gubernur lainnya juga telah mempersiapkan sejumlah program unggulan untuk meningkatkan sektor kesejahteraan masyarakat. Namun, pengalaman di lingkungan global tentu memberikan nilai tambah dan harapan bagi pelaku bisnis.

“Pengalaman di dunia internasional tentu akan menjadi nilai positif. Ini akan berpengaruh karena tanpa pengalaman itu akan sulit untuk memberikan kepercayaan kepada mereka (investor),” ujar dia.

Acu menyebutkan, berdasarkan track record yang ada dari empat pasangan cagub/cawagub Jabar, Sudrajat-Ahmad Syaikhu dinilai memiliki pengalaman yang dimaksud. Cagub nomor 3 ini telah memiliki sejumlah pengalaman di dunia internasional dengan menjadi sejumlah duta besar di beberapa negara.

“Saya kira pengalaman ini sangat berpengaruh. Karena dia akan paham, punya mainset dan perspektif global. Mantan duta besar Indonesia di China, atase pertahanan di Amerika. Apalagi khusus untuk China karena persaingan pasar global saat ini akan muncul dari sana,” ungkapnya.

Acu menjelaskan, persaingan ekonomi di Indonesia, khususnya Jabar juga tidak akan terlepas dari kerjasama Indonesia dan Tiongkok dalam beberapa tahun ke depan. Sejumlah megaproyek yang bekerjasama dengan Tiongkok seperti pembangunan Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung akan memiliki timbal balik dua daerah dalam waktu panjang.

“Ini adalah satu potensi dan nilai positifnya. Terlepas kerjasama investasi bukan hanya dari China,” ujar dia.

Acu mengungkapkan, janji politik ekonomi yang disampaikan pasangan Asyik dinilai paling berpeluang dan realistis dalam menghadapi parsaingan global. Sedangkan, untuk pasangan lainnya janji politik ekonomi yang ditawarkan masih terkesan konvensional.

Namun, Acu mengungkapkan, janji politik ekonomi yang ditawarkan pasangan cagub ini akan terlihat selaras di saat penentuan siapa presiden Indonesia ke depan. Ajang Pilpres 2019 akan sangat berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi di daerah. Apalagi Jabar adalah salah satu provinsi yang memiliki lumbung suara terbesar saat Pilpres nanti.

“Janji ekonomi politik ini akan sangat berkorelasi dengan peta pilpres nanti. Sebab, para kandidat akan ikut mendukung pasangan capres nanti. Karena itu, janji janji politik akan terlihat selaras saat siapa presidennya nanti,” pungkas dia.
Red

Share Button

Related Posts