December 12, 2018

Penasihat Trump Ingin Semua Nuklir Korut Dikirim ke AS

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un. REUTERS/KCNA


intelijen – Penasihat keamanan nasional Presiden Donald Trump menginginkan Korea Utara (Korut) mengirim semua senjata nuklirnya ke laboratorium Amerika Serikat (AS) di Tennessee. Ini untuk memastikan Kim Jong-un menindaklanjuti janjinya untuk membongkar program tersebut.

John Bolton mengatakan senjata nuklir Korut harus dibongkar dan dikirim ke Laboratorium Nasional Oak Ridge di Tennessee jika Kim Jong-un ingin mendapatkan pengenduran sanksi.

“Saya pikir pelaksanaan keputusan ini berarti menyingkirkan semua senjata nuklir, membongkarnya, membawa mereka ke Oak Ridge,” kata Bolton.

“Ini berarti menyingkirkan pengayaan uranium dan kemampuan pemrosesan plutonium. Ini berarti mengatasi masalah rudal balistik. Banyak hal seperti itu,” imbuhnya seperti dikutip dari Russia Today, Selasa (15/5/2018).

Media Korut mengatakan negara itu akan secara terbuka membongkar tempat uji coba nuklirnya sekitar 23-25 ​​Mei, dengan wartawan dari Pyongyang dan AS diundang untuk meliput acara tersebut.

Bolton tidak menyebutkan apakah ia mengharapkan senjata nuklir untuk akhirnya disimpan di Laboratorium Nasional Oak Ridge atau Kompleks Keamanan Nasional Y-12, yang biasanya bertugas produksi senjata nuklir.

Laboratorium Nasional Oak Ridge adalah tempat di mana Departemen Energi AS mengoperasikan laboratorium penelitian dan kompleks senjata nuklir.

Sedangkan Fasilitas Y-12 adalah tempat peralatan dan tempat penyimpanan dokumen dari program nuklir Libya setelah Kolonel Muammar Gaddafi membuat keputusan untuk meninggalkan program senjata nuklir pada tahun 2003. Ia kemudian digulingkan dan dibunuh pada tahun 2011 oleh pemberontak yang didukung NATO.

Dengan kurang dari satu bulan tersisa sebelum pembicaraan yang sangat dinantika antara Trump dan pemimpin Korut di Singapura, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo pada hari Minggu menyiratkan bahwa Washington harus meyakinkan Korut tidak akan berusaha untuk merusak Kim Jong-un.

Pompeo mengatakan bahwa setiap kesepakatan yang membuka jalan bagi semenanjung Korea yang bebas nuklir harus menyertakan perlindungan AS guna meyakinkan Kim Jong-un bahwa ia tidak akan menjadi target dari upaya perubahan rezim lainnya.

“Kami harus memberikan jaminan keamanan untuk memastikan. Ini telah menjadi trade-off yang telah tertunda selama 25 tahun,” kata Pompeo, tanpa menentukan instrumen jaminan tersebut.

Share Button

Related Posts