December 13, 2018

Pemuda Muhammadiyah: Sweeping Kaos #2019GantiPresiden adalah Premanisme yang Dibiarkan!

Aksi Massa 2019 Ganti Presiden (waspada)


intelijen – Menyikapi aksi sweeping terhadap pemakai kaos #2019GantiPresiden yang marak di sejumlah wilayah Indonesia, Ketum Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak, angkat bicara.

Dahnil menegaskan bahwa aksi sweeping dan pemaksaan terhadap pemakai kaos bertuliskan #2019GantiPresiden adalah premanisme dan anarkisme yang dibiarkan. Dalam hal ini, Presiden Joko Widodo tidak boleh berdiam diri.

“Sweeping dan pemaksaan terhadap perempuan dan laki-laki membuka baju bertuliskan Ganti Presiden yang dilakukan di beberapa daerah terang adalah premanisme dan anarkisme yang dibiarkan. Pak Presiden tidak boleh berdiam diri @jokowi semua pihak yang berakal sehat tak boleh diam. Ini kuburan demokrasi,” tegas Dahnil di akun Twitter @Dahnilanzar.

Dahnil juga sempat mengingatkan, bahwa laku premanisme tersebut akan merugikan Jokowi pada Pilpres 2019. “Mengerikan. Laku premanisme, anti demokrasi seperti ini. Publik akan semakin muak lho Pak @jokowi dan pasti merugikan Bapak di 2019 nanti. Bersikap tegas dan teranglah…,” tulis @Dahnilanzar.

Sebelumnya, juru bicara Badan Intelijen Negara (BIN) Wawan Hari Purwanto memastikan tidak ada intimidasi yang dilakukan terhadap salah satu penggerak gerakan #2019GantiPresiden, Neno Warisman saat dipulangkan dari Pekanbaru, Riau (25/08).

Menurut Wawan, yang ada hanya imbauan agar tak meneruskan acara karena saat itu kondisi sudah tak kondusif. “Dalam kondisi lelah karena berjaga 24 jam, bisa saja orang jadi emosi, cape, akhirnya ada gesekan, gampang marah. Tapi itu risiko sebuah tugas di lapangan maupun pemantau,” ujar Wawan seperti dikutip viva (27/08).

Lantaran itu, jika ada kesalahan dalam penanganan pembubaran aksi #2019GantiPresiden di Pekanbaru, Riau, pihaknya meminta maaf. Hal itu dilakukan semata-mata untuk mencegah bentrok dan korban.

Share Button

Related Posts