September 20, 2017

Pemikir Islam: Pidato Megawati Semakin Jauhkan PDIP dengan Kelompok Islam

Megawati Soekarnoputri dan Elit PDIP (merdeka)


intelijen – Pidato politik Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri pada peringatan HUT PDIP ke-44 di Jakarta Convention Center (JCC) (10/01), yang menyindir ulama, telah melecehkan agama Islam, agamawan dan menyebarkan paham sekulerisme.

Penegasan itu disampaikan pemikir Islam Muhammad Ibnu Masduki kepada intelijen (11/01). Pernyataan Megawati tentang adanya “peramal” yang belum pernah melihat kehidupan setelah dunia fana, bisa dimaknai sebagai pelecehan terhadap agama Islam.

“Masalah kehidupan setelah dunia fana itu ada tuntunannya di dalam Al Quran. Dan setiap agama ada ajaran tentang kehidupan setelah fana, yang dalam ajaran Islam di sebut alam akhirat,” beber Ibnu Masduki.

Menurut Ibnu Masduki, khususnya ajaran Islam, ulama bukan peramal, tetapi menyampaikan ajaran sesuai dengan Al Quran dan Hadits. “Walaupun pidato Megawati tidak menyebut ulama, tetapi konteks pidato itu telah menyinggung ulama sebagai pewaris para nabi,” tegas Ibnu Masduki.

Ibnu Masduki menegaskan, pidato Megawati itu justru akan semakin menjauhkan PDIP dengan kelompok Islam. “Akan muncul pertentangan antara PDIP dengan kelompok Islam,” pungkas Ibnu Masduki.

Dalam pidatonya, Megawati menyatakan adanya kelompok-kelompok penganut ideologi tertutup, yang bertentangan dengan Pancasila sebagai ideologi terbuka, yang selalu relevan dengan perkembangan zaman. Pemimpin kelompok berideologi tertutup itu mengklaim diri sebagai peramal yang serba tahu masa depan.

“Para pemimpin yang menganut ideologi tertutup mempromosikan diri mereka sebagai self fullfilling propechy, para peramal masa depan. Mereka meramal dengan fasih tentang apa yang akan datang, termasuk kehidupan setelah dunia fana. Padahal notabene mereka sendiri tentu belum pernah melihatnya,” tutur Megawati.

Red

Share Button

Related Posts