October 17, 2018

Pemerhati Media Massa: Cara Anggota FPI Lebih Baik dari Kader PDIP yang Serang Radar Bogor

Bambang Wuryanto (gesuri)


intelijen – Aksi kader PDIP yang melakukan pengrusakan dan intimidasi terhadap awak media massa Radar Bogor (30/05), disusul pernyataan Sekretaris F PDIP Bambang Wuryanto atau Bambang Pacul, yang dinilai tidak pantas oleh banyak pihak.

Bambang Pacul, seperti dikutip detik.com (31/05), mengingatkan jika pemberitaan yang menyinggung Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri itu terjadi di Jawa Tengah, kantor medianya akan rata dengan tanah.

“Ini yang orang pada nggak paham. Kalau pemberitaan kayak begitu, Radar Bogor memberitakan kayak gitu di Jawa Tengah, saya khawatir itu kantornya rata dengan tanah!” tegas Bambang Pacul.

Pernyataan Bambang Pacul itu disesalkan pemerhati media massa Ferry Koto. Ferry menyesalkan pernyataan Bambang Pacul yang juga Ketua DPD PDIP Jateng.

“Memalukan itu Ketua DPD PDIP Jateng. Bukannya menyesalkan dan minta maaf atas kejadian penyerangan atas salah satu pilar Demokrasi, malah membenarkan penyerangan yang dari sisi apapun jelas salah. Piye iku pak @ganjarpranowo? Perlu ditatar Pancasila maneh itu cak Bambang,” tulis Ferry di akun Twitter @ferrykoto.

Menurut Ferry, pernyataan Bambang Pacul dan penggerudukkan kantor Radar Bogor itu akan mempermalukan Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Dewan Pengarah Badan Pengarah Ideologi Pancasila (BPIP).

“Taroklah pemberitaan salah. Tapi apa harus dengan menggeruduk? Bahkan dengan jumawa katakan kalau di daerah @ganjarpranowo akan rata dengan tanah. Apa itu cara-cara orang-orang Pancasilais prof @mohmahfudmd, @Dr_Moeldoko? Padahal Ibu Ketua BPIP, apa tidak malah mempermalukan?” tulis
@ferrykoto.

@ferrykoto menambahkan: “Bagaimana mungkin sebagai kader Partai yang ketua umumnya dinilai Presiden bisa membina Pancasila, malah tunjukkan sikap tidak paham nilai-nilai Pancasila, yang diantaranya penghormatan pada hukum. Jangan-jangan hanya sekedar teriak-teriak saja #SayaPancasila. Piye prof @mohmahfudmd @Dr_Moeldoko?”

Penggagas Gotong Royong Muslim Untuk Media (GMKM) ini membandingkan aksi kader PDIP di kantor Radar Bogor dengan aksi anggota Front Pembela Islam (FPI) ketika mendatangi kantor media massa.

“Jika dilihat cara-cara FPI yang mendatangi kantor media terkait isi pemberitaan, yang bisa berdialog tanpa anarki, tanpa merusak dan memukul. Maka boleh dikata anggota FPI lebih baik dari kader-kader PDIP yang menyerang Radar Bogor. Memalulan !!” tulis @ferrykoto.

Share Button

Related Posts