October 18, 2018

Pembocor Skandal Cambridge Analytica Gaungkan Petisi 'Robohkan' Facebook

Facebook


intelijen – Skandal penyalahgunaan data Facebook oleh Cambridge Analytica masih terus berlanjut. Sejumlah pihak mulai mengambil sikap dan terang-terangan menentang raksasa media sosial tersebut.

Salah satunya adalah Britany Kaiser yang pernah bekerja di SCL Group, induk perusahaan Cambridge Analytica. Kaiser sendiri termasuk sebagai whistleblower (pembocor skandal) dari kasus penyalahgunaan tersebut.

Kini, ia membuat sebuah petisi yang ditujukan pada Facebook. Dalam petisi tersebut, ia menuntut Facebook mengubah aturan dalam platformnya dan memberikan akses pada pengguna untuk mengontrol data miliknya.

“Facebook media sosial Mark Zuckerberg, bersama dengan platform digital lain dan agregator big data, telah menghasilkan (uang) miliaran dari data kita–tapi tak bisa menjamin keamanannya,” tulis Kaiser, seperti dikutip dari situs Change.org, Kamis (26/4/2018).

Ia menulis, Facebook sudah mengumpulkan data pengguna, mulai dari informasi mengenai pengguna, lingkaran pertemanan, hingga cara pandang pengguna. Lalu, data itu dipakai untuk menjual sejumlah barang pada pengguna, mulai dari farmasi hingga kampanye politik.

“Kita baru menyadari kabar buruknya, kita adalah produk yang mereka jual. Data kita telah dibongkar tanpa sadar,” tuturnya.

Karena itu, ia mengajak banyak pihak untuk menandatangani petisi yang sedang digaungkannya. Dalam petisi itu, ia meminta Facebook memperbarui persyaratan di platform miliknya pada 30 April 2018. Lebih lanjut ia meminta data penting kembali diserahkan pada pengguna dan dibuat aturan yang lebih sederhana.

Seperti dilansir Liputan6.com, sudah ada sekitar 154 ribu orang yang menandatangani petisi terhadap Facebook ini. Adapun target awal dari petisi sebanyak 200 ribu tanda tangan.

“Ini waktunya (kita) memiliki data kita sendiri. Ini merupakan hak asasi. Kita harus mampu menentukan seperti apa data kita digunakan,” tulisnya. Bagi kamu yang tertarik berpartisipasi dapat membuka tautan ini.

Share Button

Related Posts