March 22, 2019

Pembangunan Stadion PD 2022 Telan Ratusan Korban



INILAHCOM. Qatar — Setiap dua hari, satu pekerja pembangunan infrastruktur Piala Dunia 2022 Qatar tewas akibat kondisi kerja yang buruk.

Surat kabar Guardian melaporkan sepanjang Januari 2014, terhitung sejak Januari sampai pertengahan Desember, 188 pekerja tewas. Tahun 2013, antara Januari sampai pertengahan November, 168 pekerja menemui ajalnya.

Qatar berulang kali berjanji memperbaiki kondisi pekerja migran, tapi korban terus berjantuhan. Setidaknya, setiap hari kerja satu pekerja migran menemui ajal.

Pekerja migran asal Nepal yang terbanyak menjadi korban. Lainnya, pekerja dari India, Sri Lanka, dan Bangladesh.

Badan Promosi Tenaga Kerja Nepal mengatakan 157 pekerjanya tewas di Qatar antara Januari sampai pertengahan November 2014. Rincinya, 67 tewas mendadak akibat serangan jantung, delapan mengalami serangan jantung. Lainnya, sebanyak 34 tewas akibat kecelakaan kerja. Jadi, setiap dua hari satu pekerja Nelap tewas.

Qatar berjanji memperbaiki kondisi pekerja dan keselamatan kerja, tapi korban terus berjatuhan. Qatar seolah tidak melakukan apa-apa.

Jika kondisi ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin setiap hari satu pekerja tewa pada tahun 2015.

“Kita tahu orang yang bekerja berjam-jam di bawah suhu tinggi sangat rentan terkena serangan panas fatal,” ujar Nicholas McGeehan, peneliti timur tengah untuk Human Right Watch. “Jadi, angka kematian mungkin akan terus meningkat.”

Qatar, masih menurut McGeehan, bertanggung jawab atas semua ini. Namun Qatar dengan tegas menolak rekomendasi DLA Piper untuk memulai penyelidikan langsung penyebab kematian tahun 2013.

Menurut Qatar tingkat kematian akibat serangan jantung bisa terjadi di mana saja. Jumlahnya, masih menurut negeri paling berambisi menggelar Piala Dunia itu, bisa sebanding dengan serangan jantung saat orang Nepal tidak bekerja.

India membenarkan klaim Qatar. Namun LSM tidak bisa menerima begitu saja, karena tidak ada penelitian.

Read More

Share Button