May 26, 2018

PDIP Bantah Jokowi Ingin Gandeng Prabowo karena Elektabilitas Merosot

Hasto Kristiyanto


intelijen – Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto membantah Joko Widodo tengah panik karena elektabilitasnya merosot sehingga menawarkan posisi calon wakil presiden kepada Prabowo Subianto. Hasto menyebut Jokowi sama sekali tidak memusingkan hasil survei yang menunjukkan elektabilitasnya ‘jeblok’.

Merosotnya elektabilitas Jokowi terlihat dari hasil survei lembaga Median yang dilakukan dilakukan 24 Maret-6 April 2018. Median merilis elektabilitas Jokowi berada di angka 36,2 persen.

“Ya Istana tidak pernah pusing,” kata Hasto di Kantor DPP PDIP, Jakarta Pusat, Selasa (24/4).

Hasto mengklaim, pemerintahan Jokowi selalu menghadirkan politik yang berkebudayaan. Cara politik Jokowi, kata dia, telah membawa kebahagiaan untuk rakyat.

“Itu kan menunjukkan bahwa berpolitik itu berkebudayaan, berpolitik itu juga menghadirkan kegembiraan bagi rakyat,” ujarnya.

Meski demikian, Hasto menyebut partai-partai koalisi pendukung Jokowi sepakat membahas Cawapres setelah gelaran Pilkada 2018. Untuk wacana menggandeng Prabowo sebagai Cawapres, PDIP akan menyerap aspirasi rakyat terlebih dahulu.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Ferry Juliantono menilai Joko Widodo masih menginginkan Prabowo Subianto menjadi calon wakil presiden yang akan mendampinginya di Pemilu Serentak 2019. Alasannya karena Jokowi tengah bimbang melihat elektabilitasnya yang terus merosot.

“Menurut saya sangat bisa dipahami kalau Pak Jokowi masih menginginkan itu (Prabowo jadi cawapres),” kata Ferry.
Sumber: Merdeka

Share Button

Related Posts