October 18, 2018

Pasangan Jokowi-Prabowo Merugikan Demokrasi

Joko Widodo dan Prabowo Subianto (ist)


intelijen – Demokrasi Indonesia akan sangat merugi bila pasangan Joko Widodo-Prabowo Subianto benar terwujud di arena Pilpres 2019.

“Dalam demokrasi pasti tidak menguntungkan karena seakan-akan (kandidat) habis atau tidak ada lagi (pilihan lain), jadi tinggal lawan kotak kosong atau tidak ada poros ketiga,” ujar pakar komunikasi politik, Effendi Gazali, dalam diskusi di Media Center DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (19/4).

Ia mengamati, upaya mewujudkan pasangan calon tunggal di Pilpres tahun depan terus dilakukan sampai sekarang.

Menurutnya, bila wacana itu benar-benar terwujud sebagai realitas politik maka masyarakat dapat menerimanya bila efek yang diberikannya juga baik.

“Bisa jadi kan (paslon tunggal), kan lagi dicoba terus sampai saat ini. Kalaupun misalnya terjadi harus diterima dalam realitas politik. Tetapi bahwa itu, misalnya, pilihan kompromi dalam konteks supaya tidak terjadi dua kubu yang terus menerus bermusuhan atau divided nation, ide bagus juga,” ujar Effendi Gazali.

Di lain sisi, agar tidak terjadi fenomena “lawan kotak kosong”, ia berharap masyarakat dan kalangan elite politik terbebani oleh tugas baru yaitu membentuk satu pasangan lain untuk menyaingi Jokowi-Prabowo di Pilpres 2019.

“Cuma nanti setelah itu ada tugas baru yaitu membentuk satu pasangan lagi supaya jangan calon tunggal, kurang lebih seperti itu,” tambahnya.(rmol)

Share Button

Related Posts