November 24, 2017

Parpol Banyak Kepentingan, Jokowi Dinilai Lebih Andalkan Relawan untuk Pilpres 2019

Joko Widodo (ist)


intelijen – Pengamat komunikasi politik Emrus Sihombing menilai Presiden Joko Widodo lebih mengandalkan kelompok relawan dibanding partai politik untuk menghadapi pemilu presiden 2019 mendatang.

Menurut Emrus, hal ini bisa dilihat dari gaya komunikasi Presiden Joko Widodo saat hadir di acara rapat kerja nasional III relawan Pro Jokowi (Projo).

Dalam acara tersebut, Jokowi berbicara soal pilpres 2019 yang semakin dekat dan tugas relawan untuk kampanye.

Ia juga meminta relawan membantu mensosialisasikan program pemerintah.

Sementara saat hadir pada acara parpol pendukungnya, Jokowi hanya menyinggung soal kinerja pemerintah dan tidak pernah bicara mengenai pilpres 2019.

Emrus menilai, hal ini tidak terlepas dari banyaknya kepentingan yang ada di parpol.

“Terus terang ya, kalau parpol ini, tidak terlepas dari kepentingan politik. Anda sudah tahu lah. No free lunch. Politik itu bicara, tidak ada makan siang yang gratis. Tapi kalau relawan panggilan. Beda ya,” kata Emrus di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (7/9/2017).

“Sebagai panggilan, dia akan mempertaruhkan apapun yang dia miliki. Kalau politik, cost and reward, untung rugi. Lu dapat apa gua dapat apa,” tambah Direktur Emrus Corner ini.

Emrus sendiri menilai, parpol yang ada saat ini belum tentu akan mendukung Jokowi di pemilu 2019 mendatang.

Sebab, saat ini saja parpol pendukung sudah tidak solid mendukung pemerintah dalam isu-isu tertentu.

Ia memprediksi, hanya PDI-P, Nasdem dan Hanura yang masih akan setia mendukung Jokowi selama dua periode.

Sementara parpol pendukung lainnya, yakni Golkar, PPP, PKB, dan PAN masih bisa bermanuver sesuai kondisi politik.

“Jadi saya lihat relawan yang lebih proaktif. Mereka masih konsisten melakukan tindakan, perilaku, yang sifatnya mem-back up pemerintah. Kesoliditasan relawan lebih terjaga sampai sekarang,” ucap Emrus.

Sumber: Kompas

Share Button

Related Posts