December 11, 2018

PAN Minta Pemerintah Jawab Kritikan Prabowo Soal Indonesia Kehilangan Arah

Saleh Partaonan Daulay (ist)


intelijen – Wakil Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN) Saleh Partaonan Daulay menilai pemerintah harus menjawab berbagai kritik yang disampaikan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto terkait kondisi bangsa saat ini. Kritikan Prabowo itu, kata Saleh, adalah bentuk konkrit kecintaan kepada bangsa dan negara.

“Pemerintah adalah pihak yang paling memiliki otoritas untuk menjawab semua kritik itu. Semua potensi dan sumber daya dimiliki oleh pemerintah. Yang lain tentu hanya bisa menilai dan memberikan kritik dan masukan,” kata Saleh seperti dilansir merdeka.com, Rabu (20/6).

Menurut Saleh, Prabowo hanya ingin mengajak semua pihak membuka mata terhadap gejala ketimpangan sosial yang ada. Ada banyak keanehan dan keganjilan yang disampaikan dari data dan fakta kehidupan sosial kebangsaan kita.

Lagipula sebenarnya banyak tokoh yang menyampaikan kritik serupa. Hanya saja, belum ada langkah signifikan untuk memperbaiki masalah tersebut.

“Saya kira bukan hanya Prabowo yang menilai seperti itu. Ada tokoh-tokoh lain yang sudah berbicara hal yang sama,” tegasnya.

Saleh menambahkan, kritik-kritik tersebut adalah catatan harian politik yang perlu ditindaklanjuti oleh siapa saja yang sedang berkuasa. Sebab jika diabaikan, masalah yang disampaikan Prabowo akan terus berlanjut ke pemerintah berikutnya.

“Beban berat negara tidak hanya bagaimana memenuhi kebutuhan warga negara saat ini. Tapi, bagaimana menyelesaikan persoalan warisan dan akan diwariskan pada periode berikutnya,” tandasnya.

Sebelumnya, Prabowo memberikan pidato politiknya kepada seluruh kader Gerindra, Rabu (20/6) malam. Pidato itu disampaikan melalui live streaming Facebook kurang lebih selama tiga puluh menit.

Dalam pidatonya, Prabowo menekankan bahwa arah bangsa Indonesia saat ini sudah melenceng dari Pancasila dan UUD 1945. Prabowo lebih menekankan kepada persoalan ekonomi yang sedang dihadapi bangsa Indonesia.

“Apa yang menjadi pusat perhatian Gerindra dari awal saya dan Gerindra melihat bahwa arah kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia ini berada di arah dan alur yang salah. Saya berpandangan berkeyakinan bahwa sistem bernegara sistem politik dan sistem ekonomi bangsa kita berada di jalur yang menyimpang. Menyimpang dari apa? Menyimpang dari rencana dan rencana cetak biru yang dibangun oleh pendiri-pendiri bangsa kita yaitu Pancasila dan UUD 1945,” kata Prabowo.

Prabowo menilai, bangsa Indonesia saat ini tidak setia terhadap apa yang tertuang dalam Pancasila dan UUD 1945. Menurut dia, Pancasila hanya sekadar jadi jargon saja, tapi tidak diamalkan untuk membangun negeri ini.

Share Button

Related Posts