August 20, 2018

Pakar Komunikasi: Tak Punya Leadership dan tak Kredibel, Jokowi tak Layak jadi Presiden

Joko Widodo dan Prabowo Subianto (kompas)


itoday – Gerakan #2019GantiPresiden perlu diwaspadai Joko Widodo. Pendukung #2019GantiPResiden bukan hanya dari kubu Prabowo Subianto tetapi bisa saja dari rakyat yang diam-diam ingin perubahan.

Kesimpulan itu disampaikan Wasekjen Demokrat Rachland Nashidik mencermati tingginya angka undecided voters dari pelbagai survei yang umumnya mencapai 40%.

“Dari pelbagai survey, angka undecided voters tinggi, umumnya 40%. Inilah sesungguhnya kenapa gerakan #GantiPresiden2019 perlu diwaspadai Pak Jokowi. Pendukung gerakan kelihatannya bukan cuma kubu pro Pak Prabowo tapi juga sangat boleh jadi warga yang diam-diam ingin perubahan,” tulis Rachland di akun Twitter @RachlanNashidik.

Menurut Rachland, jika memang rakyat ingin perubahan, butuh hadirnya pemimpin baru. Pemimpin baru bisa dihadirkan dengan pembentukan “koalisi baru”.

“Pembentukan koalisi baru, “jalan ketiga”, cuma bisa diwujudkan bila para pemimpin partai sepandangan bahwa, utamanya, perbaikan pengelolaan kemajemukan dan profesionalitas institusi hukum tak boleh dibiarkan menunggu lebih lama. Kita perlu pemimpin baru. Maka perlu koalisi baru,” tegas @RachlanNashidik.

Soal kredibilitas Joko Widodo, pakar komunikasi dari UIN Syarif Hidayatullah, Edy Effendi, menilai Jokowi perlu diganti karena tidak kredibel menjadi pemimpin.

“Gak kredibel. Tak punya leadership, kok ya didukung untuk dua periode. Jujurlah, Jokowi itu tak layak jadi presiden,” tegas Edy di akun @eae18.

Sebelumnya, @eae18 sempat menulis: “Jokowi perlu diganti itu karena dia tak kredibel jadi pemimpin.”

Berdasarkan survei terbaru Indonesia Network Election Survei (INES), elektabilitas Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto menempati urutan pertama mengalahkan calon incumbent Joko Widodo.

Hasil survei ini berbanding terbalik dengan banyak lembaga survei yang menempatkan Jokowi selalu di nomor wahid. “(Elektabilitas) Prabowo Subianto mencapai 50,2%,” kata peneliti Ines, Basynursyah saat presentasi survei di Mess Aceh, Cikini (06/05).

Sementara elektabilitas Jokowi mencapai 27,70 persen. Nama Gatot Nurmantyo berada di urutan ketiga meraih 7,40%. Sedangkan tokoh lain yang tak disebutkan nama-namanya sebesar 14,70%.

Share Button

Related Posts