February 24, 2019

Pakar Komunikasi: Sebagian Besar Pendukung Lebih Banyak Puji Jokowi Ketimbang Bersalawat ke Nabi

Pidato Kenegaraan Presiden Joko Widodo (setkabri)


intelijen – Penilaian terkait pidato kebangsaan Prabowo Subianto “Indonesia Menang” di Jakarta Convention Center (JCC) (14/01) menjadi perdebatan panjang. Kubu capres petahana Joko Widodo memberikan penilaian negatif, sebaliknya kubu Prabowo.

Buzzer Jokowi Permadi Arya atau Abu Janda menyebut pidato kebangsaan capres nomor urut 02 itu terkesan seperti “pembodohan kebangsaan”. “Menanggapi pidato kebangsaan Pak @prabowo.. pidatonya bagus, tapi sayangnya kok banyak distorsi informasi atau informasi tidak benar cenderung hoax disampaikan? jadi kesan-nya seperti pembodohan kebangsaan. Simak apa saja itu.. jangan lupa RT dan sebarkan kebaikan,” tulis Abu Janda di akun Twitter @permadiaktivis.

Secara masif buzzer Jokowi menggalang hastag atau tanda pagar (tagar) #BohongKokPidato. Jokower lain yang terkenal garang di sosial media, Eko Kuntadhi, turut menggalang tagar #BohongKokPidato. “Dulu kita punya presiden yang lebay melo. Sekarang punya capres yang lebay sangar….#BohongKokPidato,” tulis mantan wartawan itu di akun @eko_kuntadhi.

Sementara dari kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Wakil Ketua Dewan Kehormatan PAN Drajad Wibowo menilai, pidato kebangsaan Prabowo dahsyat dan menggetarkan. “Dahsyat dan menggetarkan. menunjukkan keikhlasan dan komitmen seorang pemimpin untuk menyedekahkan jiwa raganya bagi seluruh rakyat Indonesia,” tegas Dradjad Wibowo, kepada wartawan (15/01).

Menurut Dradjad, pidato selama lebih dari satu jam itu tidak hanya menggetarkan relawan, simpatisan, dan seluruh rakyat, tapi juga tamu-tamu dari negara sahabat yang hadir.

Penilaian obyektif terhadap pidato Prabowo disampaikan pakar komunikasi dari UIN Syarief Hidayatullah, Edy Effendi. Edy membandingkan pidato kebangsaan Prabowo dengan pidato visi misi Jokowi.

“Pidato Kebangsaan Pak @prabowo kali ini, tak mencapai satu titik peradaban bahasa yang baik. Ia hanya uaran-uaran tautologis. Tapi cara berpidato Pak @prabowo, jauh-jauuuuh lebih bagus ketimbang Pak @jokowi. Kenapa? Karena Pak Bowo punya visi. Pak Jokowi tak punya visi,” tulis Edy di akun @eae18.

Edy pun meminta pendukung Prabowo untuk bisa menerima kritik terkait pidato kebangsaan Prabowo. “Fans Pak @prabowo jangan marah kalau saya kritik pidato Pak Bowo. Kritik saya variabelnya jelas. Jangan seperti fans Pak @jokowi. Setiap saat puja-puji tanpa kritik. Bahkan sebagian besar fansnya, lebih banyak memuji Pak JKW ketimbang berselawat ke Baginda Nabi,” tegas @eae18.

@eae18 menambahkan: “Jatah pidato Pak @prabowo itu 40 menit. Molor sampai 1,5 jam. Banyak improvisasi. Kalau Pak @jokowi diberi jatah 40 menit, ia ingin mengakhiri 20 menit lebih cepat. Kenapa? Karena Pak JKW tak bisa improvisasi. Tak punya gagasan. Tak punya imajinasi.”

Share Button

Related Posts