March 25, 2019

Pakar Komunikasi: Ahok Masuk ke Ayat Al Quran, Rocky Gerung Persoalkan Kitab Suci Agamanya Sendiri

Basuki Tjahaja Purnama (ist)


intelijen – Dalam kasus penghinaan agama, yang dilakukan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menghina ayat Al Quran, sementara Rocky Gerung mempersoalkan kitab suci agamanya sendiri. Dalam hal ini tidak ada yang salah dari statemen Rocky Gerung “kitab suci adalah fiksi”.

Pendapat itu disampaikan pakar komunikasi dari UIN Syarif Hidayatullah, Edy Effendi, menyikapi pemanggilan pengamat politik Rocky Gerung oleh kepolisian.

Ahok itu masuk ke ayat Alquran. RG tak mempersoalkan ayat Alquran. RG mempersoalkan kitab suci. Setahu saya, RG bukan Muslim. Jadi dia sedang mempersoalkan kitab agamanya sendiri,” beber Edy di akun Twitter @eae18.

Menurut Edy, kasus Ahok dan Rocky Gerung berbeda. “Rocky Gerung itu sedang membicarakan kitab suci agamanya sendiri. Ahok itu masuk ke teks kitab suci Alquran. Jelas beda dong. Kitab Rocky dan Ahok itu Injil,” tambah @eae18.

Edy juga mengomentari latar belakang Sekjen Cyber Indonesia Jack Boyd Lapian, pelapor Rocky Gerung. “Yang lapor kan Jack Boyd Lapian, Kristen. Jadi wajar Jack Boyd Lapian sedang mempersoalkan kitab Injil. Jack dan Rocky sama-sama Kristen. ini urusan kitab mereka. Persoalanya kemudian, sikap tak fair polisi. Jika RG ada di pihak Jokowi, polisi tak akan memproses,” tegas @eae18.

Tak hanya itu, wartawan senior ini menyoal pendukung capres petahana Joko Widodo yang menolak pelaporan Rocky Gerung ke kepolisian. Edy bahkan meminta pendukung Jokowi tidak menjadi penumpang gelap pada kasus Rocky Gerung.

“Jadi jangan sok ingin dicap punya sikap bijak, tiba-tiba sebagian Jokowers tak setuju RG diperiksa polisi. Memang harusnya tak diperiksa. Tak ada yang salah dari statemen RG. Jangan jadi penumpang gelap deh,” tulis @eae18

Politisi PDIP Budiman Sudjatmiko dan tokoh liberal Akhmad Sahal termasuk pendukung Jokowi yantg menyatakan tidak sepakat dengan pelaporan Rocky Gerung.

Akhmad Sahal menegaskan bahwa pernyataan Rocky soal ‘kitab suci fiksi’ bukan termasuk penodaan agama. Aktivis Jaringan Islam Liberal (JIL) ini menegaskan, jika ada yang tidak setuju dengan pernyataan Rocky Gerung, seraharusnya dibalas dengan argumen saja tidak perlu sampai ke pelaporan.

“Pernyataan @rockygerung soal kitab suci fiksi itu BUKAN penodaan agama. Kalo gak setuju, bantah dengan argumen. Jangan pake pasal karet ini lagi. Cukuplah Ahok jadi korbannya yang terakhir. Sebagaimana saya dulu bela Ahok, saya jg akan bela @rockygerung dlm kasus ini,” tulis Akhmad Sahal di akun Twitter @sahaL_AS.

Share Button

Related Posts