December 11, 2018

Orasi di Aksi 67, Ketum PA 212 Sebut Sukmawati Jadi 'Bu Suk'

Massa Aksi 67 (ist)


intelijen – Massa Persaudaraan Alumni (PA) 212 yang tergabung dalam Aksi 67 tiba di depan Bareskrim Polri di Gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Gambir, Jakarta Pusat. Nama Sukmawati Soekarnoputri menjadi nama yang paling sering disebut dalam orasi peserta aksi.

Tiba usai salat Jumat di Istiqlal, massa bergerak berjalan kaki dari pintu Masjid Istiqlal depan Gedung Pertamina lalu menyusuri Jalan Medan Merdeka Timur sampai tiba di depan markas Bareskrim Polri.

“Kita datang untuk bertanya pada pihak kepolisian tentang kasus-kasus penistaan agama yang sampai saat ini belum jelas kabarnya,” kata Ketua Umum PA 212, Slamet Ma’arif dari atas mobil komando.

Setelah tiba, Slamet terus melancarkan orasinya. Dalam orasi tersebut nama Sukmawati Soekarnoputri yang diganti menjadi ‘Bu Suk’ terus disuarakan.

Dalam orasinya, Slamet mengaku kaget dengan kabar surat perintah penghentian penyidikan (SP3) kepada Sukmawati pada beberapa waktu lalu.

“Kasus Bu Suk jelas, kasusnya jelas, pelapornya ada, pasalnya terpenuhi, bahkan barang buktinya jelas ada,” ujar Slamet.

“Ada apa dengan kasus Bu Suk?” katanya lagi.

Aksi 67 dilakukan di dua lokasi berbeda, yakni Bareskrim Polri dan Kemendagri di Jalan Medan Merdeka Utara. Aksi dimulai setelah Salat Jumat di Masjid Istiqlal.

Sejumlah protes dilancarkan dalam aksi ini. Misalnya soal penunjukkan Komjen Pol Iriawan sebagai Penjabat Gubernur Jawa Barat. Selain itu, Aksi 67 juga memprotes mangkrak atau berhentinya sejumlah kasus seperti kasus ujaran kebencian yang melibatkan kader Partai NasDem Viktor Laiskodat, akademisi UI Ade Armando.

Sukmawati menjadi salah satu sorotan peserta aksi karena putri dari Presiden Sukarno itu pernah dianggap menyinggun umat Islam lewat puisinya.

Sukmawati sendiri merupakan salah satu pelapor atas kasus dugaan penodaan Pancasila yang sempat menyeret nama Rizieq Shihab. Penyelidikan kasus tersebut telah dihentikan oleh polisi, namun Sukmawati melalui tim kuasa hukumnya berniat melapor kembali ke polisi.

Sumber: cnnindonesia

Share Button

Related Posts