August 20, 2018

Operasi Paperclip, Terpincut Ilmuwan Jerman (1)

thetruthsource.org


thetruthsource.org

Berakhirnya Perang Dunia II tahun 1945, dimenangkan tim intelijen Rusia dan AS. Kedua Negara ini kemudian memulai pencarian harta karun di wilayah penguasaan Jerman untuk kekuatan militer dan pendekatan ilmiah ilmu pengetahuan.

Selain mencari barang-barang peninggalan Jerman, seperti roket terbaru,konstruksi pesawat, obat-obatan, dan alat elektronik. Pihak AS dan Rusia juga memburu ilmuwan yang telah bekerja untuk memenangkan Jerman. Tidak hanya itu, para teknisi dan perwira intelijen yang berperan sebagai mesin perang Nazi juga diincar.

Pihak militer AS berhasil mendapatkan ilmuwan Nazi dan membawanya ke AS. Meski demikian, AS tidak mau gegabah. Para ilmuwan yang berhasil didapatkan, dilitsus terlebih dulu, tentang sejauh mana kesetiaan mereka terhadap AS dan kemampuan di bidang masing-masing.

Pihak kementerian perang AS pada wawalnya menilai, bahwa kebijakan merekrut ilmuwan Nazi sebagai pemborosan. Banyak ilmuwan Nazi yang kemudian kembali lagi ke Jerman.

Namun, adanya penemuan piring terbang yang digunakan untuk bertempur, juga senjata sinar laser di pusat militer Jerman, membuat AS berpikir ulang. Akhirnya, kementerian Perang AS memutuskan bahwa NASA dan CIA harus mengendalikan teknologi ini. Tidak dapat tidak, itu harus dengan merekrut teknisi Nazi yang telah bekerja pada teknologi ini.

Ternyata pihak teknologi Jerman pada Perang Dunia II dalam bidang roket sangat mengesankan. Hal ini dibuktikan Pada pertengahan 1920-an. Replika V-2 oleh para ilmuwan Jerman diuji coba dengan menggunakan bahan cair berapi yang  mencapai jarak yang cukup jauh .

Pada tahun 1942 Jerman meluncurkan Roket A-4, merupakan  roket dengan prototipe pertama. Pada tahun 1943, Jerman mulai menghasilkan penggantinya, roket V-2 dengan jarak 300 km dan membawa 1000 kg bahan peledak.

Sewaktu Perang Dunia II Roket V-2 menghantam pihak musuh yang menyebabkan kerusakan besar dan menghilangkan banyak nyawa. Tidak dipungkiri, banyak juga pekerja paksa yang terbunuh akibat roket ini. (repro INTELIJEN/bersambung)

Share Button