August 17, 2018

Operasi Paperclip, Proyek Ilegal (2)

Harry S. Truman (wikipedia.org)


Harry S. Truman (wikipedia.org)

Perekrutan ilmuwan Nazi sebenarnya merupakan tindakan ilegal. Pasalnya hukum di AS melarang pejabat Nazi berpindah ke AS. Masih ada juga dugaan nantinya akan memperkeruh kondisi di AS terkait masih kuatnya ideologi Nazi pada mereka.

Kekhawatiran atau keraguan pihak AS terjawab. Ternyata banyak para ilmuwan Jerman yang yang dengan penuh keyakinan berupaya membantu AS setelah Perang Dunia II.

Pada September 1946, Presiden Harry Truman menyetujui untuk memberikan kewenanangan “Proyek Paperclip”, sebuah program membawa ilmuwan Jerman bekerja pada AS untuk kepentingan Perang Dingin.

Meski demikian Truman dengan tegas melarang seorang ilmuwan Jerman yang bekerja pada AS mendukung atau menjadi simpatisan Nazi maupun sayap militernya.

Joint Intelligence Objective Agency (JIOA) pada kementerian Perang AS mengadakan investigasi latar belakang ilmuwan Nazi yang direkrut.

Pada Februari 1945, Direktur JIOA Bosquet Wev mengajukan catatan ilmuwan Jerman ke Departemen kehakiman untuk dilihat latar belakang dan aktivitasnya.

Pihak kehakiman AS selalu mengawasi aktivitas para ilmuwan rekrutan. Caranya para mereka disuruh membuat laporan tentang aktivitas yang dilakukan di AS. Dan tidak ketinggalan pula pihak keamanan selalu mengawasi aktivitas kesehariannya.

Ada beberapa catatan ilmuwan Nazi yang memberatkan. Menurut Samauel Klaus dari  perwakilan departemen dalam negeri di dewan pengurus JIOA, mengakui bahwa sejumlah ilmuwam Nazi yang direkrut pertama kalinya oleh pihak AS merupakan pengikut setia Nazi, makanya AS menolak visa mereka.

Meihat situasi ini, Bosquet Wev marah. Dia menulis sebuah catatan peringatan bahwa kepentingan AS adalah membebaskan para ilmuwan Jerman tersebut bebas dari pengaruh ideologi Nazi.

Ketika JIOA melakukan investigasi latar belakang dan catatan bagi ilmuwan Nazi, pemimpin Intelijen Nazi Reinhard Gehlen bertemu dengan Direktur CIA Allen Dulles.  

Gehlen sendiri merupakan seorang master mata-mata Nazi dan mempunyai jaringan intelijen Nazi yang luas. Pihak Dulles pun berjanji bahwa unit intelijen Gehlen aman berada di CIA.

Rupanya, Wev memutuskan langkah satu pihak dalam masalah perekrutan ilmuwan Nazi. Dulles memberikan catatan dalam sebuah dokumen untuk menghilangkan fakta akan keterlibatan ilmuwan Nazi dalam Perang Dunia II. Kemudian Dulles memberikan perlindungan bagi ilmuwan Nazi yang terlibat dalam proyek penelitian ambius Nazi.

Kebijakan ini diikuti intelijen militer AS dengan membersihkan data-data keterlibatan ilmuwan Jerman dalam organisasi Nazi. Pada 1955, lebih dari 760 ilmuwan Jerman diberi kewarganegaran di AS dan diberi posisi utama di komunitas ilmuwan AS.

Banyaknya ilmuwan yang sudah lama menjadi anggota Nazi dan Gestapo dan mempunyai catatan dalam peristiwa di kamp konsentasi serta memperkerjakan orang-orang yang tertawan pasukan Nazi dijadikan budak. Bisa dikatakan mereka ini sebagai pelaku kejahatan perang.

Pada 1985, ilmuwan atom Linda Hunt menulis dalam sebuah Bulletin bahwa dia telah memeriksa lebih dari 130 laporan proyek paperclip di mana adanya penghapusan keterlibatan ilmuwan Nazi yang terlibat dalam kejahatan perang dikarenakan membantu AS dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Tetapi Presiden Truman sendiri menandaskan bahwa perekrutan ilmuwan Nazi Jerman tidak berdasarkan proyek Paperclip. Kalaupun ada yang mengaitkannya berarti, menurut Truman, kebijakannya telah ada yang melanggar. (repro INTELIJEN/bersambung)

Share Button