August 17, 2018

Operasi Intelijen Awal 2011, Picu Terpuruknya Partai Demokrat (Bagian 1)



INTELIJEN.co.id – Antara Januari-Februari 2011, sebuah skenario yang menentukan perjalanan Partai Demokrat hingga seperti sekarang ini, mulai dijalankan. Pada waktu itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang menyadap Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

Menurut sumber yang tak mau disebutkan namanya dan memiliki hubungan khusus dengan orang-orang dalam di lingkungan Kemenpora menyatakan, pada saat itu, informasi bahwa KPK sedang melakukan penyadapan sampai ke telinga orang-orang Kemenpora.

Entah bagaimana, informasi terkait mulai dilakukannya penyadapan oleh KPK itu bisa bocor. Namun demikian, ternyata penyebaran informasi itu, tak merata diterima orang-orang Kemenpora. Buktinya, Sekretaris Menpora, Wafid Muharram sukses digelandang KPK pada 21 April 2011.

Sedangkan Choel Mallaranggeng yang merupakan adik Menpora Andi Malarangeng, dimana sering disebut oleh Nazaruddin sebagai orang yang mengatur semua proyek di Kemenpora justru lolos dari proses penyadapan ini.

Kini yang jadi pertanyaan, mengapa pada waktu itu tak semua pejabat tinggi di Kemenpora mendapatkan informasi bahwa KPK sedang melakukan penyadapan? Bila informasi itu disebar merata, tentu Wafid akan ‘tiarap’ dan hati-hati saat ‘bertransaksi’ di Kemenpora. Atau iformasi itu memang hanya diteruskan kepada ‘kawan’ dan bukan kepada ‘lawan’ di lingkungan Kemenpora?

Bukankah Nazaruddin juga pernah menyebutkan bahwa Wafid memberikan dukungan kepada Anas Urbaningrum saat maju sebagai Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat (PD) pada Kongres di Bandung, tapi ia meminta pula agar dukungan itu jangan sampai diketahui Andi Malarangeng.

Dari keterangan itu, secara sederharna bisa disebutkan bahwa Wafid sesungguhnya adalah lawan Andi Mallarangeng. Seperti diketahui bersama, Andi yang mendapat restu Cikeas, menjadi rival Anas pada saat perebutan Ketum PD di Kongres Bandung.

Bisa jadi, karena persoalan ini pula, pada waktu itu Wafid tidak memperoleh informasi bahwa KPK sedang melakukan penyadapan di Kemenpora. Wafid tak sadar “terus berlari kencang”, di saat rekan-rekan sejawatnya justru “diam di tempat” mengantisipasi segala kemungkinan.

Lalu bagaimana pula sebuah informasi yang sangat rahasia bahwa KPK sedang melakukan penyadapan bisa bocor ke orang-orang Kemenpora?  Sebelumnya, informasi serupa juga pernah bocor, yakni ketika KPK menyadap aparat Polri sehingga bermuara pada munculnya kasus Cicak vs Buaya. INTELIJEN

Share Button