October 21, 2018

Operasi CIA Tumpas Komunis Honduras (1)

Protes, Korban Penculikan Batalion 316 (hondurashumanrights.wordpress.com)


Protes, Korban Penculikan Batalion 316 (hondurashumanrights.wordpress.com)

INTELIJEN.co.id – Pada 1980-an, merupakan puncak dari era “perang dingin” antara kekuatan Timur (Uni Soviet) dan Barat (Amerika Serikat). Berbagai negara menjadi ajang dan praktek perebutan pengaruh, yang biasanya dilakukan melalui dukungan terhadap rezim berkuasa. Salah satunya, Honduras.

Dalam menghadapi kelompok kritis di Honduras, pemerintah militer negara ini membentuk unit Battalion 316. Sasarannya, adalah untuk menghadapi kelompok pemberontak sayap kiri. Dalam kerjanya unit intelijen ini banyak membantai rakyat.

Sudah dapat diduga, pembentukan Battalion 316 adalah atas pengaruh Amerika Serikat. Unit ini, mendapat sokongan penuh Argentina dan CIA. Tokoh penting Honduras yang terlibat menjalankannya adalah Jenderal Gustavo Alvarez Martinez. Berikut ini, akan diturunkan tulisan terkait seluk beluk operasi CIA di negara Amerika Latin tersebut.

Penculikan dan Penyiksaan

Pagi hari Minggu pertama tahun 1982, seorang pengacara bernama Nelson Mackay Chavaria pergi dari rumahnya untuk membeli koran setelah sarapan. Ia kemudian menghilang tak tentu rimbanya di tengah situasi politik Honduras yang memanas.

Nelson dipastikan ditemukan pada akhir Desember 1982. Sang isteri, Amelia, mengenali pakaian biru bernoda darah yang dikenakan suaminya pada saat ia menghilang. Jenazah pria berumur 37 tahun itu ditemukan di wilayah pedesaaan Honduras.

Mayat Mackay ditemukan oleh seorang petani. Pada tubuh ayah lima anak itu nampak tanda-tanda penyiksaan. Tangan dan kakinya diikat sementara jerat tali melingkari lehernya.

Cairan hitam keluar dari mulut mulutnya. Petani yang menemukan mayat Mackay mengatakan bahwa cairan yang keluar dari mulutnya merupakan zat kimia Criolina yang biasa digunakan membunuh kutu pada lembu.

Sejak hari itu, bagi Amelia Mackay, bangsa Honduras telah memulai menghadapi sebuah kenyataan pahit. Ia dan banyak penduduk Honduras telah kehilangan anggota keluarga. Mereka diculik, disiksa dan dibunuh oleh sebuah unit rahasia yang dilatih dan didukung CIA.

Unit intelijen yang dikenal sebagai Battalion 316 ini termasyhur karena kekejamannya. Mereka biasa melakukan interograsi sampai tawanan mati lemas. Tahanan sering ditelanjangi saat diperiksa, kemudian setelah tak bisa diperas lagi informasinya mereka dibunuh dan dikubur di makam-makam tak dikenal.

Sejumlah dokumen rahasia dan sumber lain menunjukkan bahwa pihak CIA dan Kedubes AS di Honduras mengetahui telah terjadi pembunuhan dan penyiksaan oleh Battalion 316. Namun mereka tetap berhubungan dekat dengan unit itu.

Pemerintah AS memang mengalirkan dolar ke Honduras untuk melawan komunis di Amerika Tengah. Untuk melanggengkan proyek itu, pemerintahan Reagan memberikan informasi yang keliru kepada Kongres dan publik AS dengan membantah atau mengecilkan jatuhnya korban akibat tindak kekerasan Battalion 316.

Walaupun terjadi penutupan informasi tentang kekerasan yang terjadi Honduras, koran The Sun melakukan investigasi selama 14 bulan. Koran itu berhasil menemukan dokumen-dokumen rahasia dan melakukan wawancara dengan banyak pihak di AS dan Honduras.

Dari pihak keluarga korban, rata-rata ketakutan untuk memberikan informasi yang sebenarnya, didapatkan data tentang kerabat mereka yang hilang tak tentu rimbanya karena dituduh komunis.

Selain itu The Sun berhasil mewancarai tiga mantan anggota Battalion 316 yang mengakui melakukan tindakan penyiksaan. Lebih jauh, dalam pengakuannya, mereka mengakui bahwa Battalion 316 mempunyai hubungan dekat dengan CIA. (repro INTELIJEN, bersambung)

Share Button