May 25, 2018

Operasi CIA di Honduras: Nasib Republik Pisang (7, terakhir)

Republik Pisang, Ilustrasi (Istimewa)


Republik Pisang, Ilustrasi (Istimewa)

INTELIJEN.co.id – Honduras merupakan sering disebut dengan “republik pisang.” Istilah ini untuk menggambarkan ketergantungan ekonomi dan politik negara Amerika Tengah itu kepada perusahaan buah dari AS. Negara Paman Sam itu membangun perusahaan buah di Honduras pada awal 1900.

Pantai utara Honduras yang subur dan potensial untuk usaha pertanian dikendalikan oleh perusahaan buah AS. Pada 1914 perusahaan-perusahaan tersebut menguasai hampir satu juta tanah Honduras yang subur.

Perusahaan buah membangun Honduras hanya untuk kepentingan bisnis mereka sendiri. Mereka mengenalkan sistem perbankan, menyogok politisi dan pemimpin serikat buruh untuk menguasai ekonomi negeri itu.

Honduras termasuk negara termiskin di Amerika Tengah. Jumlah penduduknya 5,2 juta jiwa dengan rata-rata pendapatan perkapita 540 dollar AS pertahun. Dari sisi pendidikan, setengah dari jumlah penduduk tidak menyelesaikan pendidikan dasar sementara 40 persen buta huruf.

Lebih dari 55 persen masyarakat Honduras tinggal di pedesaan atau daerah kumuh yang mengelilingi ibukota Tegucigalpa, dan San Pedro Sula,  kota terbesar kedua. Agama mayoritas penduduk adalah Katolik Roma, salah satu peninggalan pengaruh AS di sana.

Honduras bukan satu-satunya republik pisang yang menjadi ajang operasi rahasia  CIA dengan militer setempat. Di Guatemala hal serupa juga terjadi, tetapi informasinya disembunyikan.   

Pada 1954, CIA merekayasa kudeta penggulingan Presiden Guatemala Jacoba Arbenz Guzman dan diganti dengan rejim militer.

Sementara dukungan CIA juga diberikan untuk mendukung penggulingan Presiden Cile Salvador Allende pada 1973. CIA sendiri  mengenal program rahasia untuk mempertinggi nama orang kuat Cile, Jenderal Augusto Pinochet.

Selain itu, para pejabat AS telah mengakui CIA membayar mantan panglima militer Panama Manuel Antonio Noreiga lebih dari 160.000 dollar AS sebagai agen intelijen mereka.      

Pada 1980, CIA memperluas aktivitasnya di Amerika Latin. Agen-agen mereka melatih dan memberikan dana bagi pasukan paramiliter dan gerakan bawah tanah “Kontra” untuk menjtuhkan pemerintahan Sandinista di Nikaragua.

Di El Salvador, kepala bendahara Kepolisian Kolonel Nicolas Carranza, masuk dalam daftar gaji CIA pada 1980 sebagai informan. Carranza dan  kepolisian telah berhubungan dengan kelompok sayap kanan pembunuh rakyat El Salavador.

Salah satu operasi CIA yang paling kontroversial di era Perang Dingin juga terjadi di Kuba. Yaitu saat CIA membantu invasi oleh kelompok buangan asal Kuba di Teluk Babi pada bulan April 1961.

Hal ini agaknya akan diulang lagi dalam era perang melawan terorisme. CIA dan FBI melatih dan memfasilitasi kepolisian dan militer negara-negara miskin untuk “memerangi gerakan teroris.”  Jadi, era republik pisang belum berakhir (repro INTELIJEN, bagian 7/akhir)

Share Button