March 26, 2019

Nyinyir Baliho Caleg Demokrat yang Dirusak, Guru Besar USU Pro Jokowi ini Diminta Pulang ke NTT

Yusuf Leonard Henuk (tribunnews)


intelijen – Sikap tidak simpatik ditunjukkan Yusuf Leonard Henuk, guru besar Universitas Sumatra Utara (USU) yang dikenal garang mendukung capres petahana Joko Widodo di sosial media.

Di akun Twitter @ProfYLH, profesor agrikultur ini memprovokasi “keluhan” Ketua DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon, yang mempertanyakan baliho kampanye caleg di wilayah Dairi yang dirusak pihak tidak bertanggungjawab.

“Yth.@jansen_jsp, tanpa taruhan pun biar kau bangga jadi anak Dairi, tapi tim @ProfYLH sudah keliling Dairi punya misi bangun Dairi. Semua anak SD akui orang tua mereka pro- @jokowi @KHMarufAmin_, sehingga Dairi saja tak dukung kau, apalagi di Tanah Karo dan daerah lain, sulit kali bah!,” tulis Yusuf Henuk di akun @ProfYLH.

Diprovokasi Yusuf Henuk, Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno ini meminta dosen asal NTT itu untuk pulang kampung.

“Saya masih menghargai Anda sebagai dosen. Dipersoalan saya ini Anda tak usah ikut-ikutan jadi kompor Prof. Kerja benar saja Anda di Sumut. Kalau tidak pulang ke NTT sana! Anda ini dosen PNS atau bukan? Kalau PNS tak usah ikut-ikutan berpolitik praktis dukung-dukung kandidat. Bisa cilaka nanti anda,” tegas Jansen di akun @jansen_jsp.

Diingatkan Jansen, Yusuf justru mempertanyakan aturan soal netralitas ASN. “Memang ASN HARUS NETRAL? Sebagai Guru Besar, @ProfYLH miliki tugas pokok sesuai UU Guru & Dosen tahun 2005 Pasal 49 ayat 2: “mencerahkan masyarakat”, sehingga ada banyak berita hoaks atau tidak benar sudah wajib hukumnya bagi Guru Besar untuk “mencerahkan masyarakat” tanpa peduli ASN,” tulis @ProfYLH.

Diberitakan sebelumnya, baliho milik Jansen Sitindaon yang bertarung di Dapil III Sumut yang terletak beberapa titik di sepanjang jalan Pahlawan, Panji Sidikalang kabupaten Dairi dirusak.

Ketua Bidang Advokasi Tim Sukses “Jansen Sitindaon Menuju Parlemen” Effendi Naibaho menegaskan akan sesegera mungkin mengadukan hal itu ke Bawaslu dan kepolisian.

Soal ini, @jansen_jsp menulis: “Beratttt memang Pemilu ini.. Ampunnn.. Apakah karena saya “die hard” mendukung @prabowo sedang di kampung sendiri mayoritas tidak mendukung 02? Nantilah kita lihat motifnya apa. Jumat pulang akan saya laporkan resmi. Tetap bangga jadi anak Dairi! Horass..”

Share Button

Related Posts